Jatuh Cinta Bikin Jerawatan, Mitos Atau Fakta?

“Jatuh cinta berjuta rasanya”. Kalimat itu mungkin pas untuk menggambarkan perasaan Anda yang sedang dimabuk asmara. Ada banyak sekali mitos seputar jatuh cinta yang mungkin pernah Anda dengar. Salah satu mitos yang kerap muncul yaitu jatuh cinta bikin jerawatan. Benarkah begitu?

Benarkah jatuh cinta bikin jerawatan?

Selain perasaan yang dibikin campur aduk, tubuh juga mengalami banyak perubahan saat kita sedang jatuh cinta. Termasuk salah satunya hormon.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Psychoneuroendocrinology, kadar hormon kortisol dalam tubuh orang yang baru jatuh cinta cenderung lebih tinggi ketimbangyang tidak sedang kasmaran.

Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab memicu reaksi stres. Maka, adanya peningkatan hormon kortisol menjadi penanda bahwa tubuh mengalami stres yang mungkin tidak Anda sadari. Stres itu sendiri merupakan salah satu pemicu munculnya jerawat, karena kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dapat memicu peradangan pada kulit.

Namun, stres saat jatuh cinta biasanya tidak berlangsung lama. Stres yang muncul cenderung ringan dan berlangsung sementara, sehingga tidak akan sampai memicu peradangan.

Stres yang Anda rasakan karena si dia mungkin tidak kunjung membalas chat akan segera tergantikan dengan perasaan bahagia bukan kepalang begitu ada notifikasi baru muncul di layar ponsel. Perasaan bahagia ini dipicu oleh produksi hormon bahagia dopamin yang dilepaskan otak saat membaca nama si dia di ponsel.

Ketika tubuh dibaniri hormon bahagia, tidak ada alasan bagi tubuh untuk melepaskan hormon stres yang memicu peradangan. Oleh karena itu, jatuh cinta tidak selalu pasti bikin jerawatan. Tubuh justru sedang sibuk-sibuknya memproduksi hormon bahagia selama Anda sedang kasmaran, sehingga kecil kemungkinannya jatuh cinta bikin jerawatan.

Penyebab jerawat yang paling umum

Anggapan bahwa jatuh cinta bikin jerawatan sudah tidak perlu lagi Anda percaya. Meski begitu, fenomena ini memang lebih sering ditemui di kalangan remaja. Kenapa?

Sekali lagi, bukan proses jatuh cinta itu sendiri yang bikin jerawatan. Melainkan perubahan hormon tubuh yang dialami oleh remaja di masa pubernya. Pubertas adalah fase di mana perubahan hormon sedang sangat tidak stabil untuk mempersiapkan tubuh remaja menjadi dewasa. Di masa ini, jerawat memang rentan tumbuh subur – terlepas anda sedang jatuh cinta atau tidak.

Di luar pubertas, ada banyak juga hal lain yang lebih umum memicu jerawat yaitu:

Pori-pori yang tersumbat

Pori-pori kulit yang tersumbat jadi penyebab utama munculnya jerawat. Pori-pori biasanya tersumbat ketika kelenjar minyak menghasilkan terlalu banyak sebum atau minyak di dalam pori.

Akibatnya, sel-sel kulit yang baru akan terus tumbuh. Sayangnya, sel kulit mati biasanya tidak rontok dan cenderung menempel. Sel kulit mati yang menempel di pori inilah yang kemudian menyumbat dan menyebabkan jerawat muncul ke permukaan.

Infeksi bakteri

Ketika minyak dan sel kulit mati menutup pori, pertumbuhan bakteri penyebab jerawat seperti Propionibacterium acnes (P. acnes) akan semakin subur.

Bakteri ini sebenarnya tidak berbahaya, tetapi bisa berkembang biak lebih cepat dan memicu masalah. Bakteri yang tumbuh ini kemudian memakan sebum dan memicu respons imun yang menyebabkan peradangan berbentuk jerawat.

Selain dua faktor utama yang telah disebutkan, ada beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena jerawat yaitu:

  • Terlalu banyak makan gula dan karbohidrat
  • Memiliki riwayat keluarga dengan jerawat
  • Kadar testosteron yang terlalu tinggi
  • Malas membersihkan wajah

Jatuh cinta tidak masuk ke dalam daftar penyebab jerawatan. Oleh karenanya, tak perlu terlalu memusingkan atau percaya mitos bahwa jatuh cinta bikin wajah jadi jerawatan.

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

http://mauorder.online/official-you-need-me

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial

Benarkah Polusi Udara Bisa Menyebabkan Munculnya Jerawat?

Beberapa tahun belakangan ini, tingkat polusi di Indonesia semakin meningkat dan membuat masyarakat khawatir dengan kesehatan mereka, terutama kesehatan kulit. Bahkan, ada pula yang menyebut bahwa polusi bisa menyebabkan jerawat. Lantas, apakah hal ini benar?

Benarkan polusi menyebabkan jerawat?

Menurut Anne Marie Fine, seorang ahli dermatologi pada Grist, partikel kecil dan beracun yang tersebar di udara dapat mengganggu kesehatan kulit Anda. 

Senyawa yang ada pada polusilah yang menjadi penyebab utama masih ini. Polusi yang ada di luar ruangan mengandung campuran bahan kimia dan gas yang berasal dari atmosfer serta limbah mesin buatan manusia. 

Di dalamnya bisa terdapat senyawa sejenis nitrogen dioksida dan sulfur dioksida. Kedua senyawa kimia ini diyakini dapat merusak kulit Anda bila terpapar terlalu banyak, seperti iritasi kulit. 

Pada tahun 2017 dilakukan sebuah penelitian yang mencari tahu adakah hubungan antara polusi dan jerawat. Para peneliti mencoba membuktikan bahwa polutan yang berbahaya ini dapat menghasilkan oksidasi dan peradangan. 

Hasilnya ternyata belum terlalu meyakinkan. Akan tetapi, di dalam penelitian tersebut terlihat bahwa kedua zat kimia dari polusi dapat merangsang pertumbuhan jerawat meskipun sangat sedikit. 

Selain itu, faktor pendukung yang membuat polusi dapat menyebabkan jerawat adalah terlalu sering terpapar sinar UV matahari. Paparan sinar UV ini juga bisa mengurangi antioksidan pada wajah, seperti vitamin E yang berguna untuk mencegah peradangan yang menjadi penyebab timbulnya jerawat. 

Polusi memang dapat menyebabkan munculnya jerawat. Senyawa yang ada di dalam udara yang tercemar dan papasan sinar matahari yang menjadi penyebabnya. 

Walau ada hubungan antara polusi dan jerawat, diperlukan penelitian lebih dalam lagi untuk membuktikan hal ini. 

Tips menghadapi polusi supaya tidak menyebabkan jerawat 

Di negara-negara Asia, terutama Indonesia, tingkat polusi semakin tinggi, sehingga pemerintah menyarankan warganya untuk memakai masker setiap ke luar ruangan.

Selain bertujuan untuk menyaring udara yang masuk ke dalam sistem pernapasan, masker juga dapat melindungi wajah Anda dari paparan polusi. 

Beberapa cara lain untuk mengurangi risiko polusi yang menyebabkan jerawat di wajah, yaitu: 

1. Menggunakan sunscreen

Selain memakai masker, cara untuk memerangi polusi yang menyebabkan jerawat adalah dengan menggunakan sunscreen atau tabir surya setiap keluar ruangan. Pasalnya, ketika Anda berada di luar ruangan, wajah yang tidak tertutupi oleh masker akan terpapar sinar UV dan polusi. 

Maka itu, para ahli dermatologi menyarankan penggunaan tabir surya agar kulit terlindungi dan mencegah wajah kehilangan peptida antimikroba yang baik untuk kulit Anda.

Jangan lupa untuk memilih sunscreen yang dapat melindungi wajah Anda dari sinar UVA dan UVB. 

2. Menghindari penggunaan scrub wajah

Penggunaan scrub wajah setelah beraktivitas di luar ruangan ternyata dapat membuat jerawat jadi lebih parah.

Itu sebabnya, cobalah untuk memakai pembersih yang tidak merusak pelindung alami wajah tapi tetap dapat menghilangkan efek negatif polusi pada permukaan kulit. Anda dapat menggunakan pembersih yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroxide. 

3. Memakai pelembap 

Setelah menggunakan obat jerawat, umumnya kulit wajah akan terasa kering. Supaya wajah tidak terasa kasar, gunakanlah pelembap wajah. 

Seperti yang direkomendasikan oleh American Academy of Dermatology, ada beberapa kandungan pelembap yang bisa Anda lihat untuk merawat kulit yang rentan berjerawat, yaitu:

  • Bebas minyak atau oil free
  • Non-comedogenic
  • Tidak menyumbat pori

Meski polusi terbukti bisa menyebabkan jerawat, bukan berarti sekali kena polusi Anda akan langsung berjerawat. Tetaplah jaga kebersihan kulit wajah Anda.

Jika Anda merasa khawatir jerawat tetap tidak hilang meskipun sudah mengikuti tips di atas, silakan konsultasikan dengan ahli dermatologi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

http://mauorder.online/official-you-need-me

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial

6 Tips Mencukur Jenggot bagi Pemilik Kulit Mudah Berjerawat

Mencukur jenggot merupakan tantangan tersendiri bagi pemilik kulit yang mudah berjerawat. Jika tidak berhati-hati, pisau cukur dapat melukai jerawat dan membuatnya bertambah parah. Cara bercukur yang keliru juga dapat memengaruhi kebersihan kulit dan meningkatkan risiko terbentuknya jerawat baru.

Tips bercukur bagi pria yang punya kulit mudah berjerawat

Bercukur dengan adanya jerawat memang gampang-gampang susah. Meski demikian, hal ini sepadan dengan wajah bersih dan segar yang akan Anda dapatkan nanti. Sebagai awalan, berikut adalah sederet tips yang bisa Anda lakukan:

1. Membersihkan wajah

Sumber: Men’s Journal

Membersihkan wajah bermanfaat untuk mengurangi jumlah bakteri dan kotoran pada kulit. Apabila kebersihannya selalu terjaga, kulit wajah Anda tidak akan mudah berjerawat selama mencukur jenggot.

Biasanya, orang yang mudah berjerawat memiliki kulit yang cenderung berminyak. Minyak berlebih dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.

Untuk itu, bersihkan wajah Anda dengan sabun pembersih khusus kulit berminyak.  Sabun ini akan membersihkan wajah dari minyak berlebih sehingga jerawat tidak bermunculan.

Tepuk-tepuk dengan handuk lembut, lalu lanjutkan menggunakan astringent atau toner. Pilihlah produk mengandung asam salisilat atau glycolic acid yang bisa menghilangkan minyak berlebih. Biarkan kulit wajah mengering sejenak sebelum mulai bercukur.

2. Memilih pisau cukur single atau elektrik

Beberapa merek alat cukur menggunakan pisau ganda untuk mengoptimalkan hasilnya. Namun, pisau cukur ganda sebenarnya menciptakan lebih banyak gesekan sehingga kulit semakin mudah mengalami iritasi.

Anda yang memiliki kulit berjerawat lebih disarankan menggunakan pisau cukur single atau elektrik untuk mencukur jenggot. Hasilnya mungkin tidak sebaik pisau cukur ganda, tapi jenis pisau ini lebih bersahabat untuk kulit Anda.

3. Tidak mencukur bagian kulit yang berjerawat

Mencukur bagian kulit yang berjerawat tidak akan mempercepat penyembuhannya. Hal ini malah akan melukai kulit, menyebabkan infeksi yang justru bikin jerawat lebih lama sembuh. Akhirnya, Anda justru berisiko memiliki bekas luka.

Jika Anda mendapati jerawat pada kulit saat bercukur, hindari bagian tersebut. Anda hanya perlu mencukur area di sekitar jerawat saja, setidaknya hingga jerawat hilang dan kondisi kulit kembali normal.

4. Bercukur mengikuti arah yang benar

Mencukur jenggot dengan arah yang salah dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam, memicu iritasi, dan membuat kulit lebih mudah berjerawat. Langkah tepat untuk mencegahnya adalah dengan bercukur mengikuti arah tumbuhnya jenggot.

Bercukur melawan arah tumbuhnya jenggot memang dapat memaksimalkan panjang jenggot yang tercukur. Akan tetapi, kebiasaan ini akan turut menarik kulit di sekitar jenggot dan memperparah gangguan kulit yang sudah ada.

5. Bercukur menggunakan trimmer

Bagi orang-orang dengan kulit yang amat sensitif, bercukur dengan pisau cukur yang lembut sekalipun tetap dapat memicu breakout. Jika Anda mengalami masalah serupa, mungkin ini saatnya mengganti pisau cukur dengan trimmer.

Trimmer memang tidak akan mencukur jenggot dengan sempurna, tapi alat ini jauh lebih aman dan lembut bagi pemilik kulit mudah berjerawat. Pasalnya, trimmer tidak menimbulkan gesekan kasar seperti halnya pisau cukur. 

6. Membersihkan wajah setelah bercukur

Usai bercukur, bersihkan wajah Anda secara menyeluruh dengan air dingin. Air dingin dapat membantu mencegah peradangan pada kulit wajah akibat gesekan antara pisau cukur dengan kulit.

Kemudian, oleskan gel atau krim pelembap. Pelembap berguna untuk menutup pori-pori dan mengunci kelembapan kulit. Jika Anda hendak bepergian ke luar rumah, jangan lupa menggunakan sunscreen mengandung SPF 30 atau lebih.

Mencukur jenggot akan membuat wajah Anda terasa lebih bersih dan segar. Namun, teknik mencukur jenggot yang keliru serta alat cukur yang kotor justru dapat memperparah kondisi kulit yang mudah berjerawat

Bagi pemilik kulit mudah berjerawat, pastikan Anda selalu membersihkan wajah sebelum bercukur. Pilihlah pisau cukur yang sesuai dengan kondisi kulit Anda, dan bercukurlah mengikuti arah tumbuhnya rambut guna mencegah iritasi.

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

http://mauorder.online/official-you-need-me

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial

Benarkah Minum Bubble Tea Bisa Bikin Jerawatan?

Demam bubble tea belakangan ini sedang melanda masyarakat, mungkin sebagian dari Anda atau orang terdekat juga keranjingan minuman ini. Meski begitu, konon bubble tea juga dapat menyebabkan jerawat. Bagaimana bisa? Simak penjelasannya berikut ini.

Benarkah bubble tea bisa menyebabkan jerawat?

No alt text provided for this image

Anda tentu tak asing lagi dengan minuman manis dari teh dan susu asal Taiwan ini yang tengah jadi primadona. Tak hanya menggunakan teh dan susu, minuman ini juga dapat dikombinasikan dengan cokelat, sari buah-buahan, atau karamel.

Satu hal yang menjadi ciri khas lainnya adalah campuran topping boba, alias bola-bola tapioka yang kenyal.

Anda mungkin berpikir bahwa kandungan teh yang ada pada bubble tea tidak akan memberikan efek buruk bagi kulit. Apalagi, teh sendiri diketahui memiliki banyak manfaat.

Kandungan vitamin B2, C, dan E dalam teh dapat melawan radikal bebas yang berbahaya untuk kulit. Kafein di dalamnya juga dapat membantu mencegah infeksi kulit dan jerawat. Tak hanya itu, teh bisa juga mengurangi tanda-tanda penuaan.

Meski begitu, ada anggapan bahwa bubble tea bisa menyebabkan jerawat. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena khasiat baik pada teh bisa jadi tidak bekerja maksimal ketika dicampur bahan-bahan lainnya, seperti susu dan gula.

Apalagi, minuman semacam ini biasanya memiliki kalori yang tinggi. Tak hanya diabetes, bahan-bahan pada bubble tea dapat menimbulkan dampak buruk pada kulit jika dikonsumsi berlebihan, termasuk jerawat.

Gula

Salah satu kandungan dalam bubble tea yang bisa menyebabkan munculnya jerawat adalah gula.

Seperti yang telah diketahui, gula memiliki indeks glikemik yang tinggi. Artinya, gula dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

Ketika gula darah meningkat, maka kadar insulin dalam tubuh juga ikut meningkat. Kenaikan insulin ini akan menyebabkan peningkatan hormon androgen.

Akibatnya, peningkatanan itu akan membuat kulit wajah berminyak dan rentan terhadap jerawat.

Susu

Meski dikenal memiliki nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang, The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatologymenyebut, susu yang jadi bahan pembuatan bubble tea bisa menyebabkan jerawat.

Ketika kita meminumnya, protein dari susu akan melepas hormon yang menyerupai insulin bernama insulin-like growth factor-1 (IGF-1) dan dapat menyebabkan jerawat. Susu juga mengandung gula alami yang disebut laktosa.

Bola tapioka

Bola tapioka atau boba terbuat dari tepung tapioka yang berasal dari singkong. Walau tidak mengandung lemak, bola tapioka yang disajikan pada bubble tea biasanya sudah direbus dan dimasak dengan sirup gula.

Hal ini tentu akan meningkatkan kalori pada boba. Seperti yang sudah dijelaskan, bola tapioka yang sudah manis ditambahkan dengan campuran teh dan susu membuat kandungan gulanya bertambah.

Akibatnya, lagi-lagi gula darah Anda meningkat dan insulin juga meningkat untuk memecah gula.

Bagaimana cara mengurangi dampak jerawat dari bubble tea?

Jika Anda masih ingin menikmati bubble tea tanpa harus khawatir akan menyebabkan jerawat bermunculan, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Sebisa mungkin, pilihlah takaran gula yang lebih rendah (less sugar).
  • Pesan minuman tanpa tapioca pearls untuk mengurangi kalori.
  • Membuatnya sendiri di rumah dengan resep yang lebih sehat

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

http://mauorder.online/official-you-need-me

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial

Jerawat di Vagina Membandel? Ini 5 Cara Menghilangkannya Secara Medis

Umumnya, jerawat di vagina muncul karena infeksi bakteri, meskipun ada beberapa penyebab lain. Walaupun bisa hilang dengan sendirinya, beberapa orang mungkin saja akan mengalami jerawat di vagina yang berulang. Untungnya, Anda bisa mengandalkan cara medis untuk menghilangkan jerawat di vagina dengan lebih efektif.

Tips menghilangkan jerawat di vagina secara medis

Sebelum menggunakan obat apa pun, langkah pertama yang perlu Anda lakukan tentu saja berkonsultasi dengan dokter kulit. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab munculnya jerawat sehingga dokter dapat memberikan obat yang tepat.

Penanganan medis terhadap jerawat melibatkan obat-obatan sebagai berikut:

1. Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide bekerja dengan cara membunuh bakteri pada permukaan kulit dan membersihkan sumbatan pada pori-pori. Senyawa antimikroba ini tersedia dalam bentuk losion, krim, gel, sabun pembersih, dan larutan menyerupai toner.

Membersihkan kulit dengan benzoyl peroxide adalah salah satu cara andalan untuk menghilangkan jerawat di vagina. Namun, Anda harus perlu lebih sering memakai pelembap karena pemakaian pada 1-2 minggu pertama bisa membuat kulit kering dan mengelupas.

2. Antihistamin

Antihistamin digunakan untuk mengatasi jerawat pada vagina akibat dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah reaksi kulit karena akibat paparan zat yang menimbulkan iritasi (iritan menyentuh kulit).

Zat-zat ini bisa berasal dari pakaian, produk pembersih, pembalut, dan sebagainya.

Obat antihistamin umumnya berbentuk salep yang dioleskan secara langsung pada permukaan kulit yang berjerawat. Jika reaksi pada kulit Anda terbilang parah, dokter juga dapat menyarankan penggunaan antihistamin yang diminum langsung.

3. Antibiotik

Sumber: Health Tap

Penggunaan antibiotik biasanya diberikan dokter untuk mengatasi jerawat yang pecah atau telah berkembang menjadi bisul bernanah. Obat yang digunakan biasanya berbentuk salep dan merupakan kombinasi dari neomycin, bacitracin, dan polymyxin B.

Cara ini tidak hanya akan menghilangkan jerawat di vagina, tapi juga mencegah pembentukan jerawat baru.

Pasalnya, antibiotik bekerja dengan melindungi kulit Anda dari infeksi akibat jerawat yang pecah selagi proses penyembuhan berlangsung.

4. Terapi medis

Terapi medis sesuai untuk mengatasi jerawat di vagina yang disebabkan oleh infeksi bakteri M. contagiosum. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintil halus berwarna putih hingga kemerahan. Saat diraba, bagian tengah jerawat terasa licin seperti lilin.

Beberapa terapi yang cukup efektif mengatasi kondisi ini antara lain:

  • Cryotherapy: Bintil jerawat dibekukan dengan nitrogen cair. Jerawat yang telah membeku akan hilang dengan sendirinya.
  • Terapi laser: Sinar laser ditembakkan pada bintil-bintil jerawat agar jaringannya hancur.
  • Terapi topikal: Dokter mengoleskan krim mengandung asam atau senyawa kimia pada bintil jerawat untuk memicu pengelupasan.
  • Kuret: Bintil jerawat dikikis menggunakan alat khusus hingga terlepas.

5. Hidrokortison

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan jerawat di vagina adalah dengan mengoleskan krim hidrokortison. Hidrokortison bekerja dengan cara meredakan peradangan, bengkak, dan kemerahan pada kulit.

Hidrokortison memang tidak membunuh bakteri penyebab jerawat. Itu sebabnya, hidrokortison biasanya digunakan bersama dengan antibiotik dan benzoyl peroxide yang dapat membasmi bakteri.

Sebagian besar jerawat yang muncul di vagina akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Akan tetapi, Anda pun bisa menunjang penyembuhan dengan menggunakan obat-obatan tertentu.

Selain menggunakan obat, Anda juga perlu menghindari kebiasaan yang memicu timbulnya jerawat. Misalnya memencet jerawat, mengenakan pakaian yang terlalu ketat, dan menggunakan produk pembersih yang mengandung banyak parfum.

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

http://mauorder.online/official-you-need-me

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial

Rekomendasi Obat Jerawat Terbaik di Apotek dan dari Resep Dokter

Jerawat tidak bisa diobati sembarangan. Setiap obat mungkin punya cara kerja yang berbeda untuk menghilangkan jerawat. Jenis obat yang Anda perlukan mungkin berbeda dengan yang dibutuhkan orang sebelah, karena jenis jerawat Anda dan dirinya mungkin juga berbeda. Namun, mana obat jerawat yang paling ampuh?

Pilihan obat jerawat medis nonresep di apotek

Obat jerawat medis yang dapat dibeli tanpa resep cocok untuk mengobati jenis jerawat ringan seperti komedo (whitehead dan blackhead) dan jerawat sedang. Obat jerawat nonresep rata-rata termasuk jenis topikal (obat oles) yang tersedia dalam bentuk krim, busa, sabun, gel, losion, atau salep.

Berikut adalah obat nonresep yang paling umum dipakai untuk mengobati jerawat:

Benzoil peroksida

Benzoil peroksida ampuh untuk Anda yang memiliki jerawat ringan hingga sedang. Jerawat yang merah meradang juga dapat diatasi dengan benzoil peroksida.

Benzoil peroksida menghilangkan jerawat dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat dan mencegah sel kulit mati untuk menyumbat pori-pori.

Obat yang mengandung benzoil peroksida tersedia dalam bentuk krim, lotion, sabun cuci muka, dan gel dalam konsentrasi 2,5-10 persen. Biasanya, efek obat akan memakan waktu paling cepat 4 minggu untuk memperlihatkan hasil paling optimalnya.

Meski cukup efektif untuk mengobati jerawat, perhatikan juga risiko efek samping dari penggunaan benzoil peroksida. Bahan kimia ini dapat membuat kulit kering kemerahan dan terasa panas, khususnya bagi pemilik kulit sensitif.

Hati-hati juga saat memakai obat yang mengandung benzoil peroksida, karena dapat menodai rambut dan pakaian.

Asam salisilat

Asam salisilat adalah obat jerawat yang paling umum. Masalah kulit yang kasar akibat komedo atau jerawat pasir yang berukuran kecil-kecil juga dapat diobati dengan asam salisilat. Asam salilisat dapat membantu mempercepat proses pembentukan sel kulit baru.

Selain itu, obat ini direkomendasikan untuk membersihkan pori-pori sehingga tidak tersumbat dan menyebabkan jerawat maupun komedo di kemudian hari. Bedanya dengan benzoyl peroxide, asam salisilat tidak memengaruhi produksi sebum dan tidak membunuh bakteri.

Asam salisilat tersedia dalam berbagai bentuk produk seperti lotion, krim, dan cairan pembersih wajah dengan konsentrasi antara 0,5-5 persen. Obat ini perlu digunakan rutin secara berkelanjutan agar tidak merangsang komedo dan jerawat muncul kembali.

Efek samping yang bisa terjadi dari penggunaan obat ini antara lain iritasi kulit seperti gatal-gatal, kulit merah dan kulit kering.

Efek samping lainnya yang dapat terjadi berupa reaksi alergi, seperti:

  • Sulit bernapas, kulit kering dan terkelupas
  • Pingsan
  • Mata, muka, bibir, atau lidah bengkak
  • Tenggorokan tebal
  • Kulit panas

Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak sebaiknya konsultasi terlebih sebelum menggunakan obat yang mengandung asam salisilat.

Sulfur dan resorcinol

Pada beberapa obat jerawat, kandungan sulfur biasanya ditemukan bersama resorcinol. Keduanya memiliki cara kerja berbeda, yang jika digabungkan bisa efektif dalam mengobati jerawat.

Sulfur mengobati jerawat dengan cara mengurangi produksi minyak berlebih dan membersihkan pori-pori yang tersumbat. Sementara itu, resorcinol membantu mencegah timbulnya komedo di kemudian hari dengan cara menghilangkan sel-sel kulit mati.

Obat jerawat yang mengandung dua kombinasi zat ini biasanya terseda dalam bentuk krim, losion, sabun, sampo, cairan, atau jel dengan takaran dosis 2% sulfur dan 5-8% resorcinol.

Penting dipahami bahwa pnggunaan sulfur dan resorcinol dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi kulit, terutama jika kulit Anda sensitif. Efek samping iritasi biasanya dapat mereda seiring proses tubuh Anda menyesuaikan diri dengan obatnya.

Namun, jika iritasi kulit terus berlanjut dan sampai mengganggu atau bertambah parah menjadi makin kering, kemerahan dan mengelupas setelah beberapa hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter lebih lanjut.

Daftar obat jerawat oles (topikal) yang biasa diresepkan dokter

Jika jerawat Anda tidak kunjung sembuh atau bahkan memburukk setelah menggunakan obat nonresep, ini tandanya masalah kulit Anda perlu penanganan khusus dari dokter kulit (dermatologis). Jerawat taraf parah, seperti nodul atau jerawat batu (jerawat kistik), juga biasa membutuhkan obat khusus dari dokter.

Untuk kasus jerawat parah, obat yang diberikan dokter rata-rata berbentuk oles dalam dosis lebih kuat atau bisa juga obat minum (oral).

Berikut ini adalah beberapa obat jerawat yang biasanya diresepkan oleh dokter kulit.

Tretinoin

Tretinoin adalah turunan dari asam retinoat atau vitamin A. Tretinoin sampai saat ini masih populer diresepkan dokter kulit di Indonesia sebagai obat pilihan utama dokter kulit untuk menangani jerawat dan bekas jerawat.

Tretinoin umum diresepkan dengan konsentrasi 0,025 persen. Tretinoin bekerja menghilangkan jerawat dengan membuka pori-pori yang tersumbat oleh kotoran atau bakteri. Di saat yang bersamaan, obat ini juga merangsang pengelupasan sel kulit mati untuk digantikan dengan sel kulit baru yang sehat.

Namun, perlu dipahami bahwa dalam beberapa minggu pertama setelah menggunakan tretinoin, jerawat Anda mungkin terlihat lebih buruk. Ini adalah reaksi normal yang disebut purging untuk membersihkan “tunas-tunas” jerawat yang masih di dalam. Biasanya, efek obat akan terlihat paling cepat 8-12 minggu setelah pemakaian rutin.

Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan tretinoin, antara lain:

  • Rasa panas, hangat, menusuk-nusuk
  • Kesemutan
  • Gatal-gatal
  • Kemerahan
  • Bengkak
  • Kulit kering
  • Kulit terkelupas
  • Iritasi, atau warna kulit berubah

Sebelum Anda menggunakan tretinoin, beri tahu dokter apabila Anda memiliki eksim. Obat ini dapat membuat kulit Anda jadi lebih sensitif jika terpapar matahari. Maka, penggunaan obat tretinoin sangat disarankan untuk dilakukan di malam hari.

Selain itu, pemakaian tretinoin pada beberapa kasus dapat menimbulkan reaksi alergi berupa gatal-gatal, sulit bernapas, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat tertentu, termasuk vitamin A dan segala turunan dari vitamin A.

Antibiotik topikal

Antibiotik topikal adalah jenis obat yang dioleskan langsung pada jerawat. Antibiotk bekerja membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat dan menghentikan peradangan kulit.

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik topikal untuk menghindari beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi antibiotik oral.

Antibiotik topikal yang paling umum digunakan untuk pengobatan jerawat adalah eritromisin, yang merupakan antibiotik makrolid, dan clindamycin, yang merupakan turunan lincosamide. Antibiotik topikal clindamycin yang digunakan bersama benzoil peroksida dapat mengurangi risiko kejadian resistensi bakteri.

Meski begitu, antibiotik topikal biasanya butuh waktu kerja lebih lama untuk menghilangkan jerawat daripada obat yang dimininum.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan antibiotik topikal di antaranya iritasi atau alergi.

Vitamin A

American Academy of Dermatology (AAD) menganjurkan retinol (retinoid) topikal untuk membantu mengobati dan mencegah jenis jerawat yang meradang.

Retinol merupakan produk turunan dari vitamin A yang mengandung antioksidan untuk melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel.

Retinol dapat membantu mengobati jerawat dengan mengurangi peradangan, meningkatkan pertumbuhan sel kulit baru, dan mengurangi produksi sebum atau minyak berlebih. Lebih lanjut, penggunaan rutin dari retinol dapat membantu menghaluskan kulit dan meratakan warna kulit.

Meski begitu, perlu dipahami bahwa obat jerawat yang mengandung retinoid dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi kulit kemerahan, dan bahkan mengelupas. Maka dari itu, penggunaan retinoid sangat dianjurkan secara bertahap.

Jangan lupa gunakan tabir surya setelahnya karena retinol dapat membuat kulit sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Asam azelaic

Asam azelaic diresepkan untuk mengobati jerawat ringan hingga sedang, serta rosacea. Asam azelaic juga dapat ditemukan di beberapa obat jerawat OTC, tetapi dalam konsentrasi yang lebih rendah.

Asam azelaic membantu membersihkan pori-pori, dan meredakan jerawat yang disebabkan bakteri.

Bentuk kesediaan obat dengan asam azelaic adalah gel, lotion, dan krim.

Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan asam azelaic antara lain:

  • Gatal
  • Terbakar
  • Kemerahan
  • Kulit kering atau terkelupas

Daftar obat jerawat minum (oral) yang diresepkan resep dokter

Apabila perawatan topikal tidak juga membuat jerawat Anda sembuh, atau jika jerawat Anda cukup parah atau menyebar, dokter bisa meresepkan obat-obatan oral.

Dalam beberapa kasus jerawat, obat-obatan oral hanya dikonsumsi dalam jangka waktu yang pendek, dan kemudian Anda akan diresepkan dengan obat-obatan topikal.

Berikut ini adalah beragam obat jerawat oral yang biasa diresepkan oleh dokter.

Antibiotik oral

Antibiotik oral telah digunakan untuk mengobati jerawat selama bertahun-tahun. Antibiotik oral biasanya digunakan untuk mengobati jerawat sedang hingga berat, atau jerawat persisten.

Seperti antibiotik topikal, antibiotik oral bekerja dengan mengurangi bakteri penyebab jerawat. Antibiotik oral juga membantu mengurangi peradangan pada kulit.

Antibiotik oral paling efektif membunuh jerawat ketika digunakan bersama dengan obat jerawat topikal, seperti retinoid topikal, benzoil peroksida, atau pengobatan topikal lain.

Seringkali pengobatan antibiotik oral dimulai dari dosis tinggi dan kemudian berpindah ke dosis yang lebih rendah seiring membaiknya jerawat.

Antibiotik oral yang paling umum diresepkan untuk perawatan jerawat adalah:

  • Eritromisin
  • Tetrasiklin
  • Minocycline
  • Doksisiklin

Isotretinoin

Isotretinoin diresepkan untuk mengobati jerawat yang parah dan jerawat yang sudah tidak merespons pengobatan lainnya, hingga menyebabkan wajah memerah dan nyeri akibat kondisi kulit yang meradang.

Obat ini sangat efektif untuk mengusir jerawat. Tak hanya itu, isotretinoin juga berguna mengurangi jumlah minyak pada wajah yang dihasilkan.

Sebelum menggunakan obat ini disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu karena efek samping yang terjadi dapat berupa kolitis ulserativa atau penyakit autoimun pada usus, depresi hingga menimbulkan keinginan bunuh diri, dan cacat lahir jika digunakan oleh ibu hamil.

Efek samping lain yang bisa ditimbulkan, seperti:

  • Alergi
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan di wajah, bibir, lidah dan tenggorokan.
  • Merasa lemah dan mati rasa
  • Kejang-kejang
  • Munculnya masalah pendengaran
  • Diare
  • Demam, dan lain sebagainya

Pil KB

Hormon dalam pil KB dapat membantu mengurangi jerawat karena pil KB dapat mengurangi sirkulasi hormon androgen, yang mengurangi produksi sebum.

Pil KB yang digunakan untuk mengobati jerawat harus mengandung estrogen dan progestin agar efektif melawan jerawat.

Jika Anda diresepkan pil KB untuk mengobati jerawat, Anda harus mengetahui efek samping pil tersebut. Efek samping dari pil KB dapat meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Keram perut
  • Kembung
  • Pertambahan berat badan
  • Penurunan berat badan
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Sakit kepala
  • Nyeri payudara
  • Pusing
  • Pingsan

Aldactone

Aldactone (spironolactone) adalah obat jerawat lain yang hanya diresepkan khusus untuk wanita dewasa saja.

Ini obat jerawat yang diresepkan dalam keadaan tertentu saja untuk merawat fluktuasi hormon yang berkontribusi terhadap munculnya jerawat.

Aldactone tidak terlalu umum digunakan, dan bukan pilihan pengobatan jerawat lini pertama.

Tetapi bagi beberapa wanita, aldactone sangat membantu mengobati jerawat yang tidak sembuh-sembuh.

Aldactone juga dapat menimbulkan efek samping, seperti

  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Nyeri payudara

Efek samping lainnya yang mungkin dirasakan, antara lain:

  • Haus atau mulut kering
  • Kram perut, muntah, dan / atau diare
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Tingkat kalium darah meningkat
  • Tekanan darah rendah

Penting untuk mengetahui setiap jenis obat yang ada dan berkonsultasi ke dokter kulit agar Anda bisa menemukan yang terbaik untuk diri sendiri. Pemilihan obat jerawat yang tepat dapat membantu menghilangkan jerawat dengan cepat dan total, minim risiko efek samping, serta mencegah jerawat timbul kembali di masa depan.

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial

5 Tips Memilih Sunscreen untuk Anda yang Kulitnya Mudah Berjerawat

Meski dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari, beberapa bahan dalam sunscreen mungkin tidak sesuai untuk Anda yang punya kulit mudah berjerawat. Jenis sunscreen tertentu malah bisa menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat baru. Karenanya, Anda tidak boleh sembarangan dalam memilih produk perawatan kulit yang satu ini.

Memilih sunscreen terbaik tanpa risiko berjerawat

Memiliki kulit mudah berjerawat tidak serta-merta membuat Anda harus menghindari sunscreen. Memakai sunscreen tetaplah penting, sebab paparan sinar matahari pada kulit yang tak terlindungi dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih sunscreen untuk kulit berjerawat.

1. Berbahan dasar mineral

Sunscreen terbagi menjadi dua jenis. Jenis pertama adalah sunscreen kimia yang mengandung oxybenzoneoctinoxateoctocrylene, dan bahan kimia sejenis lainnya.

Sementara, jenis satunya adalah sunscreen mineral yang dibuat dari titanium dioksida dan zink dioksida.

Keduanya aman untuk kulit. Namun, sunscreen mineral dinilai lebih bersahabat untuk pemilik kulit sensitif dan mudah berjerawat.

Ini disebabkan karena bahan-bahan dalam sunscreen kimia dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi begitu terserap oleh kulit.

2. Terdapat label non-komedogenik

Saat membeli sunscreen, pastikan Anda membaca keterangan pada label kemasannya. Pilihlah sunscreen dengan keterangan non-komedogenik. Artinya, produk ini telah dirancang sedemikian rupa agar tidak menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.

Selain itu, sebaiknya Anda juga tidak memilih sunscreen yang mengandung banyak minyak ata parfum apabila Anda cenderung mudah berjerawat.

3. Tekstur ringan dan encer

Sunscreen berbentuk krim dan losion kental cocok bagi pemilik kulit normal serta kering. Sebaliknya, Anda yang memiliki kulit mudah berjerawat justru perlu menghindari jenis sunscreen kental seperti ini.

Carilah sunscreen yang tidak kental dan mudah dioleskan pada kulit. Hindari sunscreen berbentuk krim yang membuat kulit terasa tebal atau lengket.

Pilihlah sunscreen lebih encer berbentuk cairan, gel, atau semprotan. Jenis sunscreen ini sesuai untuk pemilik kulit berjerawat karena mudah terserap tanpa harus menutup pori-pori.

Anda pun bisa menggunakannya pada area tubuh yang ditumbuhi rambut.

4. Memiliki perlindungan yang luas

Matahari memancarkan dua jenis radiasi, yakni UVA dan UVB. Paparan sinar UVA dapat merusak kulit, menyebabkan penuaan dini, dan memicu kanker. Sementara itu, sinar UVB adalah sinar yang membuat kulit Anda menjadi gelap dan terbakar.

Beberapa jenis sunscreen hanya melindungi kulit dari satu jenis sinar UV. Namun, sunscreen berspektrum luas cocok untuk pemilik kulit mudah berjerawat karena dapat melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB sekaligus.

5. Disertai SPF 30

SPF atau Sun Protection Factor menentukan kemampuan produk dalam melindungi kulit dari sinar UVB. Semakin tinggi SPF suatu produk, semakin besar perlindungannya terhadap kulit Anda.

Sunscreen dengan SPF 15 sudah dapat melindungi kulit dari terbakar matahari, baik untuk pemilik kulit normal ataupun berjerawat. Akan tetapi, Anda idealnya memilih produk dengan SPF 30 ke atas untuk mendapatkan perlindungan optimal.

Memilih sunscreen mungkin bukanlah perkara sulit bagi pemilik kulit normal. Namun, Anda yang memiliki kulit mudah berjerawat tentu perlu mempertimbangkan beberapa hal untuk menghindari efek sampingnya.

Perhatikan kandungan, tekstur, sifat komedogenik, dan kemampuan sunscreen dalam melindungi kulit. Bila Anda mengalami kendala, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan produk sunscreen yang tepat.

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

http://mauorder.online/official-you-need-me

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial

Jatuh Cinta Bikin Jerawatan, Mitos Atau Fakta?

“Jatuh cinta berjuta rasanya”. Kalimat itu mungkin pas untuk menggambarkan perasaan Anda yang sedang dimabuk asmara. Ada banyak sekali mitos seputar jatuh cinta yang mungkin pernah Anda dengar. Salah satu mitos yang kerap muncul yaitu jatuh cinta bikin jerawatan. Benarkah begitu?

Benarkah jatuh cinta bikin jerawatan?

No alt text provided for this image

Selain perasaan yang dibikin campur aduk, tubuh juga mengalami banyak perubahan saat kita sedang jatuh cinta. Termasuk salah satunya hormon.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Psychoneuroendocrinology, kadar hormon kortisol dalam tubuh orang yang baru jatuh cinta cenderung lebih tinggi ketimbangyang tidak sedang kasmaran.

Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab memicu reaksi stres. Maka, adanya peningkatan hormon kortisol menjadi penanda bahwa tubuh mengalami stres yang mungkin tidak Anda sadari. Stres itu sendiri merupakan salah satu pemicu munculnya jerawat, karena kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dapat memicu peradangan pada kulit.

Namun, stres saat jatuh cinta biasanya tidak berlangsung lama. Stres yang muncul cenderung ringan dan berlangsung sementara, sehingga tidak akan sampai memicu peradangan.

Stres yang Anda rasakan karena si dia mungkin tidak kunjung membalas chat akan segera tergantikan dengan perasaan bahagia bukan kepalang begitu ada notifikasi baru muncul di layar ponsel. Perasaan bahagia ini dipicu oleh produksi hormon bahagia dopamin yang dilepaskan otak saat membaca nama si dia di ponsel.

Ketika tubuh dibaniri hormon bahagia, tidak ada alasan bagi tubuh untuk melepaskan hormon stres yang memicu peradangan. Oleh karena itu, jatuh cinta tidak selalu pasti bikin jerawatan. Tubuh justru sedang sibuk-sibuknya memproduksi hormon bahagia selama Anda sedang kasmaran, sehingga kecil kemungkinannya jatuh cinta bikin jerawatan.

Penyebab jerawat yang paling umum

Anggapan bahwa jatuh cinta bikin jerawatan sudah tidak perlu lagi Anda percaya. Meski begitu, fenomena ini memang lebih sering ditemui di kalangan remaja. Kenapa?

Sekali lagi, bukan proses jatuh cinta itu sendiri yang bikin jerawatan. Melainkan perubahan hormon tubuh yang dialami oleh remaja di masa pubernya. Pubertas adalah fase di mana perubahan hormon sedang sangat tidak stabil untuk mempersiapkan tubuh remaja menjadi dewasa. Di masa ini, jerawat memang rentan tumbuh subur – terlepas anda sedang jatuh cinta atau tidak.

Di luar pubertas, ada banyak juga hal lain yang lebih umum memicu jerawat yaitu:

Pori-pori yang tersumbat

Pori-pori kulit yang tersumbat jadi penyebab utama munculnya jerawat. Pori-pori biasanya tersumbat ketika kelenjar minyak menghasilkan terlalu banyak sebum atau minyak di dalam pori.

Akibatnya, sel-sel kulit yang baru akan terus tumbuh. Sayangnya, sel kulit mati biasanya tidak rontok dan cenderung menempel. Sel kulit mati yang menempel di pori inilah yang kemudian menyumbat dan menyebabkan jerawat muncul ke permukaan.

Infeksi bakteri

Ketika minyak dan sel kulit mati menutup pori, pertumbuhan bakteri penyebab jerawat seperti Propionibacterium acnes (P. acnes) akan semakin subur.

Bakteri ini sebenarnya tidak berbahaya, tetapi bisa berkembang biak lebih cepat dan memicu masalah. Bakteri yang tumbuh ini kemudian memakan sebum dan memicu respons imun yang menyebabkan peradangan berbentuk jerawat.

Selain dua faktor utama yang telah disebutkan, ada beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena jerawat yaitu:

  • Terlalu banyak makan gula dan karbohidrat
  • Memiliki riwayat keluarga dengan jerawat
  • Kadar testosteron yang terlalu tinggi
  • Malas membersihkan wajah

Jatuh cinta tidak masuk ke dalam daftar penyebab jerawatan. Oleh karenanya, tak perlu terlalu memusingkan atau percaya mitos bahwa jatuh cinta bikin wajah jadi jerawatan.

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

http://mauorder.online/official-you-need-me

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial

Jerawat Membandel di Punggung? Mungkin Ini Sebabnya

No alt text provided for this image

Jerawat biasanya muncul di wajah. Namun, bisa juga tumbuh di area kulit tertentu, seperti area punggung. Meski kadang tidak menimbulkan rasa sakit, jerawat ini tentu bisa membuat membuat kulit punggung Anda tidak mulus. Sebelum mencari tahu cara mengatasinya, Anda harus tahu lebih dulu apa yang jadi penyebab munculnya jerawat di punggung. Apa saja, ya?

Penyebab jerawat di punggung

Jerawat adalah masalah kulit yang umumnya dikeluhkan remaja dan orang dewasa. Munculnya jerawat dapat membuat tampilan kulit Anda tidak mulus, termasuk jika muncul di punggung.

Bila ingin mengatasi jerawat, Anda tentu perlu memahami penyebabnya lebih dulu. Tujuannya agar Anda bisa melakukan tindak pencegahan agar jerawat tak terus bermunculan.

Berikut ada beberapa penyebab munculnya jerawat di punggung yang perlu Anda ketahui.

1. Tersumbatnya minyak di bawah kulit

Banyak yang berpendapat bahwa jerawat muncul karena kondisi kulit yang kotor. Meski tidak salah, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Jerawat bukan hanya disebabkan kotoran yang menyumbat pori-pori kulit, melainkan juga karena kondisi kulit yang berminyak.

Kulit yang berminyak menghasilkan lebih banyak sebum (minyak). Sebum ditambah dengan sel kulit mati yang berganti setiap hari bisa terperangkap di pori-pori. Kulit yang tersumbat inilah yang dapat menyebabkan peradangan karena adanya bakteri P. acnes dan akhirnya menimbulkan jerawat.

2. Adanya panas, tekanan, dan gesekan

Penyebab jerawat di punggung selanjutnya adalah adanya tekanan, gesekan, dan panas. Kondisi ini disebut juga dengan istilah acne mechanica.

Setiap hari Anda menggunakan pakaian dalam, pakaian luar, tas, dan benda lainnya yang menekan, juga menggesek kulit punggung. Keringat dan hawa panas yang Anda rasakan setelah beraktivitas bisa meningkatkan risiko kulit yang tertekan sehingga menjadi iritasi dan menimbulkan jerawat.

3. Keratosis pilaris

Dikutip dari laman Mayo Clinic, keratosis pilaris adalah kondisi kulit yang menyebabkan kulit kering dan terdapat benjolan kecil seperti jerawat yang biasanya tidak terasa gatal atau sakit. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan sehingga akan terus ada seumur hidup.

Kondisi yang menjadi penyebab jerawat di punggung ini terjadi karena keratin (protein yg menyusun kulit) menumpuk dan menghalangi folikel kulit.

Faktor risiko dan cara mengatasi jerawat di punggung

Munculnya jerawat di punggung dapat terjadi pada siapa pun. Namun, kondisi ini biasanya menyerang orang dengan kondisi berikut ini.

  • Sering menggunakan pakaian ketat sehingga memungkinkan adanya gesekan di kulit.
  • Tidak membersihkan tubuh setelah berolahraga atau ketika tubuh mengeluarkan banyak keringat.
  • Orang yang mengalami perubahan hormon karena menstruasi, hamil, stres, dan menggunakan obat-obatan yang memengaruhi hormon
  • Wanita yang memiliki kadar hormon androgen lebih tinggi dibanding wanita umumnya

Meski risikonya besar terjadi pada orang-orang tersebut, selama mereka tahu penyebab munculnya jerawat di punggung, mereka masih bisa mencegah dan meringankan kondisinya.

Beberapa tips pencegahannya antara lain memilih pakaian yang lebih longgar, mandi setelah berolahraga, dan melakukan konsultasi ke dokter kulit.

Dokter akan memberikan obat untuk meredakan jerawat di punggung, seperti sabun yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroxide. Ikuti pula saran dokter terkait cara merawat kulit punggung yang berjerawat.

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

http://mauorder.online/official-you-need-me

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial

Supaya Tidak Kambuh, Ikuti 4 Cara Merawat Kulit Punggung yang Berjerawat

Masalah jerawat memang tiada habisnya dikeluhkan banyak orang. Tidak hanya di wajah, benjolan kecil kemerahan ini juga muncul di punggung. Kondisi ini tentu membuat kulit punggung Anda tidak mulus. Agar tidak berjerawat terus-terusan, Anda perlu mengetahui cara merawat kulit punggung dengan benar. Namun, apa saja yang harus dilakukan? Simak ulasannya berikut ini.

Cara merawat kulit punggung berjerawat

Munculnya jerawat dipicu oleh berbagai hal, seperti produksi minyak yang di wajah yang berlebihan, sel kulit mati yang menumpuk, serta bakteri P. acne yang menginfeksi kulit.

Pertumbuhan jerawat sangat terbatas, yakni hanya di area yang memiliki banyak kelenjar minyak, salah satunya kulit punggung. Daerah punggung memang sering kali tertutup pakaian. Namun, Anda tentu tetap menginginkan kulit punggung mulus yang bebas dari jerawat.

Agar jerawat tidak muncul lagi, Anda harus senantiasa merawat kulit punggung dengan cara berikut ini.

1. Pakai sabun khusus jerawat

Kulit punggung yang berjerawat harus selalu merawat dan menjaga kebersihannya. Untuk itu Anda harus membersihkan kulit punggung dengan benar saat mandi.

Jerawat punggung yang ringan mungkin ampuh hanya dengan menggunakan sabun biasa. Namun, apabila tak ada efeknya, cobalah sabun yang diformulasikan untuk tubuh berjerawat.

Biasanya jenis sabun yang digunakan mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida. Kedua bahan ini dapat mengontrol produksi minyak sehingga pertumbuhan jerawat di punggung dapat berkurang.

Dilansir dari laman American Academy of Dermatology, sebaiknya Anda memilih kandungan asam salisilat atau benzoil peroksida dengan dosis rendah.

Hindari dosis benzoil peroksida 10% tanpa izin dokter karena sifatnya yang terlalu kuat. Alih-alih merawat kulit punggung yang berjerawat, sabun ini malah bisa mengiritasi dan memperparah kondisi kulit.

2. Lakukan eksfoliasi

Setiap hari sel-sel kulit yang rusak akan diganti dengan yang baru. Jika tidak dibersihkan dengan benar, sel kulit mati akan menumpuk, menyumbat pori-pori, dan menyebabkan jerawat di punggung. Untuk mencegah penumpukan sel kulit mati, lakukan eksfoliasi.

Eksfoliasi adalah teknik untuk mengangkat sel kulit mati dengan scrub atau bahan kimia khusus. Namun, Anda harus berhati-hati ketika menggosok kulit. Terlalu keras menggosok bisa memperburuk peradangan sehingga membuat jerawat makin parah.

Untuk merawat kulit punggung yang berjerawat dengan eksfoliasi, cobalah untuk melakukannya dengan lembut. Namun, apabila kondisinya terlalu parah, hindari melakukan eksfoliasi.

3. Luangkan waktu untuk berendam

Selain mandi, cobalah berendam untuk merawat kulit punggung Anda yang berjerawat di air hangat. Perawatan ini membantu melembutkan sel kulit mati yang menempel di kulit sehingga jadi lebih mudah dibersihkan.

Anda bisa menambahkan garam epsom untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan kulit akibat jerawat. Namun, batasilah waktu berendam hanya sekitar 15 menit. Jika lebih dari itu, kulit Anda akan kering dan malah memperburuk jerawat.

4. Pakai obat jerawat dengan rutin

Merawat kulit punggung yang berjerawat kadang membutuhkan obat dari dokter. Jadi, jika Anda tidak dapat mengatasi kondisi ini sendiri, jangan ragu untuk konsultasi pada dokter.

Umumnya, obat jerawat digunakan setelah mandi dan kulit dalam kondisi kering. Salah satu obat yang biasanya digunakan mengandung retinol. Penggunaan kombinasi benzoil peroksida dengan retinol diketahui ampuh sebagai perawatan untuk jerawat di punggung.

Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel

No alt text provided for this image

MANFAAT YOU NEED ME ACNE CARE GEL

·        Mengeringkan jerawat dengan cepat

·        Mempercepat sikluk matang jerawat

·        Mampu menghilangkan bekas jerawat batu

·        Mengempeskan jerawat batu

·        Mengurangi timbulnya jerawat

BPOM NA18180105523 – 15g

Dapatkan You Need Me Sekarang juga

Whatsapp

http://mauorder.online/official-you-need-me

Marketplace

Tokopedia https://www.tokopedia.com/youneedme

Bukalapak https://www.bukalapak.com/youneedme

Shopee https://shopee.co.id/youneedmeofficial