Jerawat di kepala merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering dialami hampir semua golongan umur. Penyakit kulit yang disebut juga folikulitis ini terjadi akibat peradangan pada folikel rambut sehingga timbul tonjolan jerawat di kulit sekitar rambut.
Selain gatal, tipe jerawat ini kadangkala juga bisa menyakitkan dan membuat kulit kepala bersisik. Sama seperti pada wajah, jerawat di kepala terbagi menjadi beberapa jenis:
Ringan – termasuk blackhead (komedo hitam) dan whitehead (komedo putih).
Sedang – contohnya papula dan pustula, jenis yang menonjol di permukaan kulit.
Berat – misalnya nodul dan kista, yang terpendam di bawah kulit.
Jerawat berat (acne necrotica dan dissecting cellulitis) tak hanya membuat kulit kepala mengeras dan berubah menjadi kehitaman, tapi juga meninggalkan bekas luka permanen. Oleh karenanya, segera periksa ke dokter jika merasakan sakit, rambut rontok, atau kebotakan di area tertentu.
Anda memang dapat mengatasi jerawat di kepala dengan berbagai produk yang dijual di toko obat. Namun tetap periksa ke dokter bila jerawatnya tak kunjung hilang, atau jika menduga ada faktor lain yang menyebabkannya.
Penyebab Jerawat di Kepala
Jerawat muncul ketika pori-pori atau folikel rambut tersumbat, entah itu oleh sel kulit mati, sebum (minyak alami kulit), maupun bakteri. Umumnya semakin berat jerawatnya, kian banyak pula bakterinya. Jenis organisme yang dapat menyebabkan kulit meradang antara lain:
P. acnes (Propionibacterium acnes).
Staphylococcus epidermidis.
Jamur.
Kutu.
Sedangkan penyebab tersumbatnya pori-pori bisa disebabkan karena beberapa hal berikut:
Timbunan residu dari sampo atau produk rambut lainnya, seperti gel atau hairspray.
Lalai mencuci rambut secara teratur sehingga kulit kepala tidak bersih maksimal.
Tidak segera mencuci rambut setelah olahraga.
Sering memakai topi atau penutup kepala sehingga kulit kepala kerap mengalami gesekan.
Baca juga: Perbedaan jerawat di wajah dan tubuh.
Cara Mengatasi Jerawat di Kepala
Sama halnya dengan wajah, ada berbagai cara untuk mengatasi jerawat di kepala:
1. Jangan memencet jerawat
Jika dilakukan, trauma pada kulit dapat memperparah kondisi dan memperdalam infeksi yang sudah ada. Memencet jerawat juga dapat meninggalkan bekas luka sekaligus menyebarkan bakteri.
Saat mencuci rambut, pijat kulit kepala perlahan. Jangan menggaruknya dengan kuku karena dapat mengiritasi kulit, dan juga lupa gunakan sampo lembut serta air hangat.
2. Minimalisir risiko iritasi pada kulit kepala
Misalnya dari alat cukur, produk rambut, suhu tinggi, atau perawatan yang menggunakan bahan kimia. Semua ini dapat menyebabkan inflamasi dan iritasi yang memicu komplikasi. Intinya adalah, semakin lembut perlakuan pada kulit kepala, maka semakin sedikit masalah yang timbul.
3. Jaga agar pori-pori tak sampai tersumbat
Selain menjaga kulit kepala tetap bersih, Anda juga perlu memastikan kalau sampo dan kondisioner yang dipakai tidak memicu jerawat. Jika ternyata kedua produk tersebut adalah pemicunya, maka pilihlah produk lain yang lebih sehat dan aman. Di samping itu, batasi juga penggunaan produk berbahan dasar minyak untuk mencegah tersumbatnya pori-pori.
4. Pilih kandungan bahan berikut
Untuk kasus jerawat ringan hingga sedang, belilah produk yang mengandung bahan berikut:
Salicylic acid (asam salisilat) – dapat mengikis sel kulit mati sehingga tak sampai masuk pori-pori dan menyebabkan jerawat (namun bahan ini tak seefektif benzoyl peroxide).
Glycolic acid (asam glikolat) – membantu mengikis sel kulit mati sekaligus membunuh mikrobakteri.
Ketoconazole atau ciclopirox – merupakan agen antijamur dalam sampo antiketombe.
Tea tree oil – agen antibakterial yang dapat membantu mencegah dan mengatasi jerawat.
Jojoba oil – mungkin tak bisa menyingkirkan jerawat, namun bisa mengurangi radang di kulit kepala.
Catatan khusus: segera hentikan pemakaian produk jika muncul respon alergi di kulit.
5. Belilah sampo clarifying yang bebas sulfat
Rambut yang sering memakai produk wax, hair spray, pomade, atau clay, sebaiknya rutin dibersihkan menggunakan sampo clarifying. Jenis sampo ini dapat menyingkirkan kotoran, minyak, dan residu produk dari rambut. Akan tetapi jangan terlalu sering menggunakannya juga karena dapat membuat rambut kering, terutama bila sebelumnya rambut sering diwarnai atau sudah rusak karena sering dicatok/ blow.
Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel
Munculnya jerawat merupakan hal yang manusiawi. Umumnya jerawat muncul di bagian wajah dan punggung, namun tak jarang jerawat juga timbul di area dada. Timbulnya jerawat di dada membuat rasa tak nyaman ketika bergesekan dengan pakaian. Selain itu juga dapat mengganggu penampilan saat mengenakan pakaian terbuka.
Dokter kulit, Marnie Nussbaum, MD mengatakan, Dada adalah tempat yang sangat umum untuk munculnya jerawat. “Sama seperti di wajah, bahu, atau punggung kita, kelenjar sebaceous dada bisa menjadi kelebihan beban dengan minyak, menyebabkan pori-pori tersumbat, yang menyebabkan peradangan. dan pembentukan jerawat atau whiteheads.”
Ahli kulit di New York, Dendy Engelman, M.D mengatakan jika dada mudah berkeringat mungkin sangat rentan dengan jerawat. Jerawat juga dapat terjadi karena dermatitis yang menghasilkan iritasi dari gesekan pakaian dan keringat dapat memperparah keadaan.
Berikut cara menghilangkan jerawat di dada menurut dokter kulit yang dilansir Womens Health Mag:
1. Perhatikan Rutinitas Setelah Olahraga
Perlu diperhatikan bahwa baju olahraga dapat mengakumulasi keringat dan geresakan yang menyebabkan timbulnya jerawat. Nussbaum menyarakankan untuk menggunakan pakaian yang terbuat dari kain atau berbahan katun agar kulit bisa bernapas.
2. Ganti Pakaian Setelah Berkeringat
Jerawat pada dada disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat. Setelah olahraga dan berkeringat segeralah mandi dan mengganti pakaian yang bahas agar pori-pori kulit tidak tersumbat. Nussbaum mengatakan, jika tidak sempat membilas dengan air, gunakan handuk basah atau kering untuk membersihkan dada Anda.
3. Lakukan Eksfoliasi
Seperti wajah, tubuh juga harus dieksfoliasi untuk mengelupas sel-sel kulit mati yang menghambat pori-pori penyebab jerawat. “Pengelupasan kulit satu hingga dua kali seminggu akan menghilangkan sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori dan membentuk jerawat,” kata Nussbaum.
4. Gunakan Sabun Mandi yang Mengandung Benzoil Peroksida
Sabun mandi yang berada di pasaran memiliki variasi wangi yang berbeda. Namun, jika Anda memiliki jerawat di dada, Bloom menyarankan untuk memilih sabun mandi yang mengandung benzoil peroksida.
“Benzoil peroksida adalah bahan yang bagus untuk jerawat di dada karena membunuh bakteri yang hidup di pori-pori tetapi juga membantu menghilangkan sumbatannya. Mulai dengan konsentrasi 4% hingga 5%, dan naik ke formula yang lebih kuat jika kulit Anda tidak teriritasi dan jerawat Anda belum hilang,” jelas Bloom.
5. Gunakan Pembersih yang Mengandung Asam Salisilat
Asam salisilat menjadi pilihan pengganti jika kandungan benzoil peroksida tidak bekerja di kulit Anda. Sama seperti benzoil peroksida, mulailah dengan konsentrasi yang lebih rendah dan secara perlahan gunakan yang lebih tinggi.
6. Periksa Deterjen yang Digunakan
Jika sudah melakukan semua cara di atas, namun jerawat tetap muncul maka periksa deterjen yang Anda gunakan. “Mungkin saja Anda alergi terhadap bahan kimia atau aroma tertentu dalam deterjen. Gunakan deterjen bebas pewarna, bebas pewangi dan pelembut kain. Seringkali aroma dan pewarna yang menyebabkan masalah.” ujar Engelman.
7. Minum Vitamin
Vitamin adalah cara terbaik untuk mendapatkan nutrisi yang dapat menghilangkan jerawat. “Seng dalam vitamin mengurangi peradangan kulit sementara vitamin E dapat membantu menyembuhkan kulit Anda,” kata Engelman.
8. Gunakan Obat Totol Jerawat
“Kabar baiknya adalah jerawat tubuh dapat diobati dengan produk dan bahan yang sama untuk pengobatan jerawat di wajah Anda,” kata Engelman.
Aplikasikan obat totol jerawat langsung pada bagian yang berjerawat. Engelman merekomendasikan untuk menggunakan obat totol jerawat yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.
Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel
Jerawat batu adalah jenis jerawat terbentuk akibat penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit dalam, bahkan jauh di dalam folikel rambut.
Peradangan yang terjadi di jaringan kulit dalam menyebabkan terbentuknya benjolan besar. Ukuran bengkak jerawat juga dapat semakin membesar dipengaruhi oleh infeksi bakteri yang ada di lapisan teratas kulit. Kondisi ini menyebabkan jerawat terlihat besar memerah dan bernanah.
Jika terus dibiarkan tanpa perawatan, peradangan di bawah jaringan kulit dapat menyebabkan pori-pori pecah sehingga terus menyebar ke jaringan kulit sekitarnya. Peradangan yang telanjur menyebar lebih luas dapat memicu kemunculan jerawat batu yang baru.
Penyebab jerawat batu dan faktor risikonya
Sama seperti jenis jerawat lainnya, jerawat kistik bermula dari pori-pori yang tersumbat oleh kelebihan minyak (sebum), kotoran, dan sel-sel kulit mati. Pori-pori yang tersumbat ini kemudian mengundang bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak semakin liar sehingga menginfeksi jaringan kulit sekitarnya.
Penyumbatan pori cenderung lebih kulit ini rentan terjadi pada orang-orang yang:
Membawa gen orangtua yang juga bermasalah dengan kulit berjerawat
Cenderung mudah berkeringat sehingga tingkat kelembapan kulitnya tinggi dan memberi peluang pada bakteri untuk berkembang lebih banyak
Memakai produk kosmetik yang tidak sesuai dengan kondisi kulit yang sudah berminyak.
Satu hal yang mungkin membedakan jerawat batu dengan jenis jerawat lainnya adalah peran hormon. Kemunculan jerawat kistik sangat dipengaruhi oleh keseimbangan kadar hormon dalam tubuh.
Jerawat batu umum dipicu oleh peningkatan produksi hormon androgen yang di luar batas wajar. Hormon androgen fungsi utamanya adalah mendukung fungsi organ seksual. Namun, hormon ini juga merangsang kelenjar sebaceous (kelenjar minyak) untuk menghasilkan sebum.
Jika kadar androgen lebih banyak daripada seharusnya, kelenjar sebaceous akan jadi lebih aktif. Maka, sebum yang dihasilkan jadi lebih banyak sehingga membuat pori-pori mudah tersumbat dan kulit mudah berjerawat
Ketidakseimbangan hormon tubuh umumnya terjadi selama masa pubertas, baik pada wanita maupun pria. Namun di luar itu, masalah hormon yang menyebabkan jerawat lebih sering dijumpai pada perempuan; ketika menjelang menstruasi, saat hamil, memasuki masa menopause, dan yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS).
Ciri dan gejala jerawat batu
Melansir laman Mayo Clinic, jerawat kistik adalah jenis jerawat yang paling parah.
Ciri-ciri paling utamanya adalah bentuk benjolan merah besar mirip bisul, serta bertekstur lunak dan terasa sakit ketika tersentuh. Akan tetapi, ada juga orang yang mengaku tidak merasa sakit ketika menekan jerawatnya.
Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa ciri dan gejala lain yang bisa Anda kenali:
Bentuk benjolan besar merata tanpa memiliki puncak putihyang terangkat ke atas.
Nanah yang akan keluar setelah jerawat matang dan pecah.
Jerawat batu umumnya muncul di wajah. Namun, bisa juga menyerang area kulit lainnya, seperti dada, leher, punggung, lengan tangan, dan area belakang telinga.
Dari sekian banyak jenis jerawat, jerawat batu dapat bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Setelah pecah, jerawat batu bisa memicu kulit menghasilkan sel pigmen baru sehingga bekas lukanya akan lebih lama hilang dan warna kulit di lokasi tersebut jadi lebih gelap.
Cara mengatasi dan mengobati jerawat batu
Jika jerawat menimbulkan rasa nyeri di kulit, Anda bisa meredakannya dengan menggunakan kompres air dingin. Pastikan kain atau handuk untuk mengompres yang Anda pakai bersih agar tidak menimbulkan masalah lain di kulit. Tempelkan kompres tersebut pada jerawat tidak lebih dari 15 menit agar pembengkakan dan rasa nyeri berkurang.
Agar cepat sembuh, Anda tidak dianjurkan untuk memencet jerawat. Tindakan ini dapat memperlambat proses penyembuhan kulit, bahkan memungkinkan terjadinya infeksi dan menyebabkan kulit keropeng.
Langkah aman untuk mengobati jerawat ini adalah periksa ke dokter. Dokter dapat membantu Anda menemukan penyebab timbulnya jerawat sehingga kondisi ini dapat diatasi dengan cara yang tepat. Dokter juga akan mengawasi penggunaan obat untuk mencegah terjadinya efek samping.
Berikut ini beberapa obat yang biasanya digunakan untuk mengobati jerawat kistik, yaitu:
1. Benzoil peroksida
Benzoil peroksida sangat umum digunakan untuk mengobati jerawat ringan, sedang, dan parah. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat, yakni Propionibacterium acnes (P. acnes) dan menghambat pertumbuhannya.
Ada dua jenis benzoil peroksida yang tersedia, yakni berbasis air dan alkohol. Produk yang berbasis air memiliki efek mengeringkan kulit, sehingga lebih cocok digunakan untuk orang yang wajahnya berminyak. Sementara yang berbasis air, lebih baik digunakan untuk orang yang wajahnya kering.
Anda bisa benzoil peroksida dengan berbagai bentuk, seperti cairan pembersih, losion, krim, atau gel. Menggunakan obat ini di bawah pengawasan dokter menghindari terjadinya iritasi kulit sekaligus alergi.
2. Antibiotik
Adanya infeksi bakteri pada jerawat, menandakan bahwa kondisi tersebut bisa diobati dengan antibiotik. Obat ini bekerja untuk mengurangi jumlah bakteri dan mengurangi peradangan sehingga membantu menyembuhkan jerawat batu.
Sayangnya, obat ini tidak bekerja untuk menekan produksi sebum yang berlebihan dan sel kulit mati. Untuk itu, obat ini tidak digunakan sebagai perawatan tunggal.
Anda perlu menggunakan benzoil peroksida agar hasilnya lebih optimal dan mengurangi risiko terjadinya resisten antibiotik,. Pengobatan ini hanya boleh digunakan dalam jangka pendek. Jika jerawat sudah membaik, pengobatan akan dihentikan.
3. Krim, losion, atau gel yang mengandung retinoid
Retinoid berasal dari vitamin A, yang bekerja untuk menghambat pertumbuhan jerawat. Obat ini biasanya digunakan bersamaan dengan antibiotik topikal (yang dioleskan ke kulit). Namun, keduanya tidak digunakan bersamaan pada satu waktu.
Anda harus mengatur penggunaanya, misalnya di pagi hari menggunakan retinoid, kemudian di malam hari menggunakan antibiotik.
Menggunakan retinoid bisa membuat kulit Anda merah dan mengelupas. Akan tetapi ini hanya bersifat sementara, dan akan hilang bila sudah terbiasa. Obat ini juga membuat kulit Anda sangat rentan dengan sengatan sinar matahari.
Oleh karena itu, selama perawatan jerawat batu ini jangan lupa menggunakan tabir surya. Setelah pemakaian, tunggu beberapa saat sebelum Anda keluar rumah.
4. Pakai isotretinoin
Isotretinoin atau dikenal dengan accutane adalah obat yang diformulasikan untuk mengobati jerawat kistik. Namun, penggunaannya harus diawasi dokter, karena penentuan dosisnya yang disesuaikan dengan berat badan.
Perawatan ini biasanya direkomendasikan untuk dilakukan jika pengobatan dengan antibiotik dan benzoil peroksida tidak terbukti ampuh.
Efek samping dari penggunaan obat ini antara lain bibir pecah-pecah, nyeri sendi, peningkatan kadar lipid, dan kerusakan hati. Jika Anda mengalami salah satu gejala, konsultasi pada dokter.
Ibu hamil tidak diperbolehkan menggunakan obat ini karena dapat menyebabkan kelainan bawaan, bayi lahir prematur, atau kematian. Untuk itu, sebelum digunakan oleh wanita, ia harus memastikan lebih dahulu dirinya tidak sedang hamil.
5. Suntikan steroid
Perawatan selanjutnya hanya dilakukan oleh dokter kulit, yakni menyuntikan obat kortikosteroid jenis triamcinolone. Obat ini disuntikkan langsung pada jerawat yang meradang agar lebih cepat sembuh tanpa menimbulkan jaringan parut.
6. Oles tabir surya
Mengoleskan tabir surya setiap hari sebelum keluar rumah akan membantu melindungi kulit Anda dari sinar UV yang dapat semakin menggelapkan warna kulit..
Anda juga bisa mencoba menggunakan produk skincare dengan kandungab vitamin C untuk membantu mencerahkan warna kulit pada bekas luka jerawat.
Cara mencegah jerawat batu
Walaupun dapat sembuh, jerawat yang membandel dapat kembali muncul. Jika kulit Anda memang mudah berjerawat, ikuti perawatan sekaligus langkah pencegahannya berikut ini.
1. Bersihkan wajah dengan benar dan rutin
Membersihkan wajah adalah kunci untuk mencegah jerawat kembali muncul, terutama Anda yang memiliki kulit berminyak. Pilih pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit Anda, biasanya yang paling direkomendasikan adalah produk pembersih berlabel ‘non-comedogenic‘ dan ‘oil free‘.
Saat mencuci muka, jangan menggosokkan kulit terlalu keras. Selain itu, hindari mencuci muka terlalu sering kecuali Anda merasa wajah Anda sangat berminyak dan kotor.
2. Jaga pola makan
Munculnya jerawat juga bisa difaktori oleh pola makan yang kurang tepat. Cobalah untuk mengurangi atau menghindari beberapa makanan berikut ini.
3. Produk susu
Mengurangi makanan yang berbahan susu, seperti keju dan es krim, membuat jerawat jadi membaik. Cobalah untuk pantang memakan makanan tersebut, tunggu hingga dua minggu, dan lihat apakah frekuensi munculnya jerawat Anda berkurang. Jika ya, berarti Anda harus berusaha menghindari susu.
4. Makanan tinggi gula
Makanan yang manis-manis dapat memperparah jerawat batu dan merangsang tumbuhnya jerawat baru. Ketimbang makan kentang goreng atau kue manis, sebaiknya Anda memilih makanan yang mengandung gula alami, seperti buah. Buah mengandung vitamin dan antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit.
5. Makanan rendah serat, kafein, dan cokelat
Makan rendah serat bisa rentan membuat masalah pada usus. Akibatnya, nutrisi makanan tidak diserap baik dan bisa berpengaruh pada kesehatan kulit. Selain meningkatkan asupan makan berserat, seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan, Anda juga perlu mengurangi cokelat dan kafein.
Kandungan gula dan kafein pada cokelat dapat merangsang produksi hormon stres alias hormon kortisol yang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya jerawat.
6. Tidur cukup dan teratur
Tidur pada malam hari harus lebih dari 5 jam, sebab kurang tidur juga akan membuat hormon Anda kacau. Selain itu, insomnia juga mengakibatkan tubuh tidak bisa melakukan proses detoksifikasi dengan baik.
Oleh karena itu, perbaiki kembali kualitas tidur Anda dengan memastikan Anda tidur 6 hingga 8 jam sehari. Kemudian, cobalah tidur dan bangun di waktu yang sama agar jam biologis tubuh terbiasa dengan hal tersebut. Hidari berbagai hal yang mengganggu tidur, seperti menonton TV atau bermain ponsel menjelang tidur.
7. Olahraga dan kurangi stres
Jika pola makan dan kualitas tidur sudah baik, Anda perlu melengkapi dengan olahraga. Ini mendukung tidur Anda jadi lebih baik sekaligus memperlancar sirkulasi darah di kulit. Kulit jadi lebih sehat karena oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan kulit tersampaikan dengan baik.
Selain itu, olahraga juga menjadi salah satu cara untuk meredakan stres. Perlu Anda ketahui bahwa stres bisa memperburuk jerawat. Jadi, dengan melakukan olahraga, Anda mencegah jerawat jadi lebih parah.
Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel
Sering Jerawatan di Kulit Kepala? Ini Cara Mengatasinya
Jerawat bukan hanya bisa tumbuh di wajah. Penyakit kulit tersebut kadang juga didapati di punggung, bokong, vagina hingga kulit kepala. Salah satu penanganan jerawat yang paling sulit karena susah dijangkau adalah di kulit kepala. Meski tidak terlihat, jerawat di kepala ini kerap menimbulkan ketidaknyamanan.
Ketika mengalaminya, mungkin Anda akan berpikir jika jerawat tersebut muncul terkait pemakaian sampo yang kurang tepat, terlalu banyak, atau terlalu jarang. Tapi menurut dokter kulit, penyebab jerawat di kepala bisa bervariasi dan bisa jadi merupakan masalah yang serius.
“Jerawat di kepala bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit kulit. Ada yang jinak dan ada yang lebih serius. Jerawat yang paling umum di kulit kepala yang aku lihat seperti kista di kulit kepala, jerawat kulit kepala, karena dermatitis seboroik, atau ketombe. Kondisi ini sangat mudah diobati baik dengan pengeluaran simpel atau obat anti ketombe dan anti jerawat,” ungkap Nava Greenfield, MD, dari Schweiger Dermatology Group kepada Byrdie.
Namun jerawat di kepala juga bisa menjadi pertanda serius sehingga perlu dikonsultasikan ke dokter jika tak kunjung hilang atau memburuk. “Penting untuk meminta dermatologismu mengevaluasi setiap jerawat karena penyakit serius seperti lupus cutaneous dan lichen planopilaris bisa mengakibatkan jerawat di kulit kepala,” tambah Nava.
Jika Anda merasa jerawat di kulit kepala sering muncul, ada baiknya untuk melakukan pencegahan. Pertama, gunakan sampo yang tepat. Periksalah apakah kulit kepala Anda tergolong sensitif kemudian pilih pencuci rambut terbaik untuk merawatnya. Pencegahan jerawat di kepala pun tidak berbeda jauh dari jerawat wajah. Jadi, hindari terlalu sering memegang kulit kepala dengan tangan kotor.
Jerawat juga bisa muncul karena kulit kepala sedang sangat berminyak. Untuk itu, hindari makan-makanan berminyak dan rutin keramas. Anda tidak diwajibkan untuk keramas menggunakan sampo setiap hari namun pastikan saja jika rambut dibilas dengan air, apalagi pasca olahraga. Terlalu sering menggunakan sampo memang diketahui kurang baik untuk rambut kehilangan minyak alami.
Disarankan pula untuk melakukan perawatan kulit kepala yang mengeksfoliasi. Selayaknya kulit wajah, eksfoliasi bisa dilakukan untuk membantu membersihkan minyak berlebih dan kulit kepala dengan lebih maksimal.
Hindari pula menggunakan produk rambut yang bertekstur lengket atau berminyak serta perawatan repair damage atau masker deep conditioning. Menurut Nava, itu justru bisa memicu akar rambut jadi berminyak kemudian menimbulkan jerawat. Jika jerawat di kepala sudah sangat mengganggu, Anda bisa mencoba menambahkan satu tetes minyak tea tree di sampo ketika keramas.
Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel
Jerawat batu adalah jenis jerawat terbentuk akibat penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit dalam, bahkan jauh di dalam folikel rambut.
Peradangan yang terjadi di jaringan kulit dalam menyebabkan terbentuknya benjolan besar. Ukuran bengkak jerawat juga dapat semakin membesar dipengaruhi oleh infeksi bakteri yang ada di lapisan teratas kulit. Kondisi ini menyebabkan jerawat terlihat besar memerah dan bernanah.
Jika terus dibiarkan tanpa perawatan, peradangan di bawah jaringan kulit dapat menyebabkan pori-pori pecah sehingga terus menyebar ke jaringan kulit sekitarnya. Peradangan yang telanjur menyebar lebih luas dapat memicu kemunculan jerawat batu yang baru.
Penyebab jerawat batu dan faktor risikonya
Sama seperti jenis jerawat lainnya, jerawat kistik bermula dari pori-pori yang tersumbat oleh kelebihan minyak (sebum), kotoran, dan sel-sel kulit mati. Pori-pori yang tersumbat ini kemudian mengundang bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak semakin liar sehingga menginfeksi jaringan kulit sekitarnya.
Penyumbatan pori cenderung lebih kulit ini rentan terjadi pada orang-orang yang:
Membawa gen orangtua yang juga bermasalah dengan kulit berjerawat
Cenderung mudah berkeringat sehingga tingkat kelembapan kulitnya tinggi dan memberi peluang pada bakteri untuk berkembang lebih banyak
Memakai produk kosmetik yang tidak sesuai dengan kondisi kulit yang sudah berminyak.
Satu hal yang mungkin membedakan jerawat batu dengan jenis jerawat lainnya adalah peran hormon. Kemunculan jerawat kistik sangat dipengaruhi oleh keseimbangan kadar hormon dalam tubuh.
Jerawat batu umum dipicu oleh peningkatan produksi hormon androgen yang di luar batas wajar. Hormon androgen fungsi utamanya adalah mendukung fungsi organ seksual. Namun, hormon ini juga merangsang kelenjar sebaceous (kelenjar minyak) untuk menghasilkan sebum.
Jika kadar androgen lebih banyak daripada seharusnya, kelenjar sebaceous akan jadi lebih aktif. Maka, sebum yang dihasilkan jadi lebih banyak sehingga membuat pori-pori mudah tersumbat dan kulit mudah berjerawat
Ketidakseimbangan hormon tubuh umumnya terjadi selama masa pubertas, baik pada wanita maupun pria. Namun di luar itu, masalah hormon yang menyebabkan jerawat lebih sering dijumpai pada perempuan; ketika menjelang menstruasi, saat hamil, memasuki masa menopause, dan yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS).
Ciri dan gejala jerawat batu
Melansir laman Mayo Clinic, jerawat kistik adalah jenis jerawat yang paling parah.
Ciri-ciri paling utamanya adalah bentuk benjolan merah besar mirip bisul, serta bertekstur lunak dan terasa sakit ketika tersentuh. Akan tetapi, ada juga orang yang mengaku tidak merasa sakit ketika menekan jerawatnya.
Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa ciri dan gejala lain yang bisa Anda kenali:
Bentuk benjolan besar merata tanpa memiliki puncak putihyang terangkat ke atas.
Nanah yang akan keluar setelah jerawat matang dan pecah.
Jerawat batu umumnya muncul di wajah. Namun, bisa juga menyerang area kulit lainnya, seperti dada, leher, punggung, lengan tangan, dan area belakang telinga.
Dari sekian banyak jenis jerawat, jerawat batu dapat bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Setelah pecah, jerawat batu bisa memicu kulit menghasilkan sel pigmen baru sehingga bekas lukanya akan lebih lama hilang dan warna kulit di lokasi tersebut jadi lebih gelap.
Cara mengatasi dan mengobati jerawat batu
Jika jerawat menimbulkan rasa nyeri di kulit, Anda bisa meredakannya dengan menggunakan kompres air dingin. Pastikan kain atau handuk untuk mengompres yang Anda pakai bersih agar tidak menimbulkan masalah lain di kulit. Tempelkan kompres tersebut pada jerawat tidak lebih dari 15 menit agar pembengkakan dan rasa nyeri berkurang.
Agar cepat sembuh, Anda tidak dianjurkan untuk memencet jerawat. Tindakan ini dapat memperlambat proses penyembuhan kulit, bahkan memungkinkan terjadinya infeksi dan menyebabkan kulit keropeng.
Langkah aman untuk mengobati jerawat ini adalah periksa ke dokter. Dokter dapat membantu Anda menemukan penyebab timbulnya jerawat sehingga kondisi ini dapat diatasi dengan cara yang tepat. Dokter juga akan mengawasi penggunaan obat untuk mencegah terjadinya efek samping.
Berikut ini beberapa obat yang biasanya digunakan untuk mengobati jerawat kistik, yaitu:
1. Benzoil peroksida
Benzoil peroksida sangat umum digunakan untuk mengobati jerawat ringan, sedang, dan parah. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat, yakni Propionibacterium acnes (P. acnes) dan menghambat pertumbuhannya.
Ada dua jenis benzoil peroksida yang tersedia, yakni berbasis air dan alkohol. Produk yang berbasis air memiliki efek mengeringkan kulit, sehingga lebih cocok digunakan untuk orang yang wajahnya berminyak. Sementara yang berbasis air, lebih baik digunakan untuk orang yang wajahnya kering.
Anda bisa benzoil peroksida dengan berbagai bentuk, seperti cairan pembersih, losion, krim, atau gel. Menggunakan obat ini di bawah pengawasan dokter menghindari terjadinya iritasi kulit sekaligus alergi.
2. Antibiotik
Adanya infeksi bakteri pada jerawat, menandakan bahwa kondisi tersebut bisa diobati dengan antibiotik. Obat ini bekerja untuk mengurangi jumlah bakteri dan mengurangi peradangan sehingga membantu menyembuhkan jerawat batu.
Sayangnya, obat ini tidak bekerja untuk menekan produksi sebum yang berlebihan dan sel kulit mati. Untuk itu, obat ini tidak digunakan sebagai perawatan tunggal.
Anda perlu menggunakan benzoil peroksida agar hasilnya lebih optimal dan mengurangi risiko terjadinya resisten antibiotik,. Pengobatan ini hanya boleh digunakan dalam jangka pendek. Jika jerawat sudah membaik, pengobatan akan dihentikan.
3. Krim, losion, atau gel yang mengandung retinoid
Retinoid berasal dari vitamin A, yang bekerja untuk menghambat pertumbuhan jerawat. Obat ini biasanya digunakan bersamaan dengan antibiotik topikal (yang dioleskan ke kulit). Namun, keduanya tidak digunakan bersamaan pada satu waktu.
Anda harus mengatur penggunaanya, misalnya di pagi hari menggunakan retinoid, kemudian di malam hari menggunakan antibiotik.
Menggunakan retinoid bisa membuat kulit Anda merah dan mengelupas. Akan tetapi ini hanya bersifat sementara, dan akan hilang bila sudah terbiasa. Obat ini juga membuat kulit Anda sangat rentan dengan sengatan sinar matahari.
Oleh karena itu, selama perawatan jerawat batu ini jangan lupa menggunakan tabir surya. Setelah pemakaian, tunggu beberapa saat sebelum Anda keluar rumah.
4. Pakai isotretinoin
Isotretinoin atau dikenal dengan accutane adalah obat yang diformulasikan untuk mengobati jerawat kistik. Namun, penggunaannya harus diawasi dokter, karena penentuan dosisnya yang disesuaikan dengan berat badan.
Perawatan ini biasanya direkomendasikan untuk dilakukan jika pengobatan dengan antibiotik dan benzoil peroksida tidak terbukti ampuh.
Efek samping dari penggunaan obat ini antara lain bibir pecah-pecah, nyeri sendi, peningkatan kadar lipid, dan kerusakan hati. Jika Anda mengalami salah satu gejala, konsultasi pada dokter.
Ibu hamil tidak diperbolehkan menggunakan obat ini karena dapat menyebabkan kelainan bawaan, bayi lahir prematur, atau kematian. Untuk itu, sebelum digunakan oleh wanita, ia harus memastikan lebih dahulu dirinya tidak sedang hamil.
5. Suntikan steroid
Perawatan selanjutnya hanya dilakukan oleh dokter kulit, yakni menyuntikan obat kortikosteroid jenis triamcinolone. Obat ini disuntikkan langsung pada jerawat yang meradang agar lebih cepat sembuh tanpa menimbulkan jaringan parut.
6. Oles tabir surya
Mengoleskan tabir surya setiap hari sebelum keluar rumah akan membantu melindungi kulit Anda dari sinar UV yang dapat semakin menggelapkan warna kulit..
Anda juga bisa mencoba menggunakan produk skincare dengan kandungab vitamin C untuk membantu mencerahkan warna kulit pada bekas luka jerawat.
Cara mencegah jerawat batu
Walaupun dapat sembuh, jerawat yang membandel dapat kembali muncul. Jika kulit Anda memang mudah berjerawat, ikuti perawatan sekaligus langkah pencegahannya berikut ini.
1. Bersihkan wajah dengan benar dan rutin
Membersihkan wajah adalah kunci untuk mencegah jerawat kembali muncul, terutama Anda yang memiliki kulit berminyak. Pilih pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit Anda, biasanya yang paling direkomendasikan adalah produk pembersih berlabel ‘non-comedogenic‘ dan ‘oil free‘.
Saat mencuci muka, jangan menggosokkan kulit terlalu keras. Selain itu, hindari mencuci muka terlalu sering kecuali Anda merasa wajah Anda sangat berminyak dan kotor.
2. Jaga pola makan
Munculnya jerawat juga bisa difaktori oleh pola makan yang kurang tepat. Cobalah untuk mengurangi atau menghindari beberapa makanan berikut ini.
3. Produk susu
Mengurangi makanan yang berbahan susu, seperti keju dan es krim, membuat jerawat jadi membaik. Cobalah untuk pantang memakan makanan tersebut, tunggu hingga dua minggu, dan lihat apakah frekuensi munculnya jerawat Anda berkurang. Jika ya, berarti Anda harus berusaha menghindari susu.
4. Makanan tinggi gula
Makanan yang manis-manis dapat memperparah jerawat batu dan merangsang tumbuhnya jerawat baru. Ketimbang makan kentang goreng atau kue manis, sebaiknya Anda memilih makanan yang mengandung gula alami, seperti buah. Buah mengandung vitamin dan antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit.
5. Makanan rendah serat, kafein, dan cokelat
Makan rendah serat bisa rentan membuat masalah pada usus. Akibatnya, nutrisi makanan tidak diserap baik dan bisa berpengaruh pada kesehatan kulit. Selain meningkatkan asupan makan berserat, seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan, Anda juga perlu mengurangi cokelat dan kafein.
Kandungan gula dan kafein pada cokelat dapat merangsang produksi hormon stres alias hormon kortisol yang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya jerawat.
6. Tidur cukup dan teratur
Tidur pada malam hari harus lebih dari 5 jam, sebab kurang tidur juga akan membuat hormon Anda kacau. Selain itu, insomnia juga mengakibatkan tubuh tidak bisa melakukan proses detoksifikasi dengan baik.
Oleh karena itu, perbaiki kembali kualitas tidur Anda dengan memastikan Anda tidur 6 hingga 8 jam sehari. Kemudian, cobalah tidur dan bangun di waktu yang sama agar jam biologis tubuh terbiasa dengan hal tersebut. Hidari berbagai hal yang mengganggu tidur, seperti menonton TV atau bermain ponsel menjelang tidur.
7. Olahraga dan kurangi stres
Jika pola makan dan kualitas tidur sudah baik, Anda perlu melengkapi dengan olahraga. Ini mendukung tidur Anda jadi lebih baik sekaligus memperlancar sirkulasi darah di kulit. Kulit jadi lebih sehat karena oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan kulit tersampaikan dengan baik.
Selain itu, olahraga juga menjadi salah satu cara untuk meredakan stres. Perlu Anda ketahui bahwa stres bisa memperburuk jerawat. Jadi, dengan melakukan olahraga, Anda mencegah jerawat jadi lebih parah.
Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel
Selain di wajah dan juga punggung, ternyata ada satu tempat lagi yang cukup rawan dengan jerawat, yaitu kulit kepala. Walau begitu, jerawat pada kulit kepala berbeda dengan jerawat yang terdapat di kulit wajah kalian. Jerawat di kepala biasanya disebabkan oleh produksi minyak berlebih yang bercampur dengan polusi serta debu selama kamu beraktivitas di luar atau dalam ruangan.
Walaupun tidak terlihat, jerawat di kulit kepala tentu akan membuat kamu merasa tidak nyaman. Hal ini karena jerawat di kulit kepala menimbulkan rasa gatal dan tidak jarang, orang-orang dengan jerawat di kulit kepala secara spontan menggaruk kepala mereka di depan umum. Waduh, kalau sudah begini, rasanya jadi nggak pede ya.
1.Stres
Stres memang bisa berpengaruh ke banyak hal (dok. unsplash)
Rasa stres yang bertumpuk memang selalu memberikan dampak yang tidak baik bagi diri kita. Stres yang tidak terkendali dan biarkan dalam waktu yang lama dapat menjadi pemicu datangnya berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah timbulnya jerawat pada kulit kepala.
2.Padatnya aktivitas di luar ruangan
Semakin padat aktivitas yang kamu lakukan di luar ruangan, makan akan semakin banyak juga debut serta polusi yang berdatangan dan hinggap di tubuh dan juga rambutmu. Debu yang mengenai kulit kepala bisa menyumbat kelenjar folikel dan berakhir dengan timbulnya jerawat di kulit kepala kalian. Oleh karena itu, untuk mencegah hal ini, sangat disarankan bagi kalian untuk mengenakan topi selama melakukan aktivitas di luar ruangan dan langsung melepas topi saat sudah berada di dalam ruangan.
3.Kurang menjaga kebersihan rambut
Yup, penyebab keempat timbulnya jerawat pada kulit kepala adalah kurangnya perhatian kalian dalam menjaga kebersihan rambut kalian. Nah, untuk kalian yang memiliki banyak aktivitas di luar ruangan, maka disarankan untuk keramas 3 kali setiap minggunya. Selain untuk menjaga kebersihan rambut, hal ini juga akan meminimalisir kemungkinan timbulnya jerawat di kulit kepala kalian.
4.Makanan
Makanan juga bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat di kulit kepala. Makanan dengan kandungan minyak yang tinggi, kacang-kacangan, serta makanan cepat saji menjadi salah satu penyumbang terbesar penyebab timbulnya jerawat tidak hanya pada wajah melainkan juga kulit kepala. Selain itu, permen dengan kandungan pemanis buatan yang tinggi juga dapat menimbulkan jerawat di kulit kepala kalian. Hal ini karena gula darah yang sifatnya manis akan ikut naik sesuai dengan asupan gula yang masuk ke dalam tubuh kita, dan membuat tubuh rentan akan jerawat.
5.Kurang tidur
Banyak orang yang bilang, kurangnya tidur akan membuat wajah kamu rentan akan jerawat. Nah, hal yang sama juga berlaku pada kulit kepala kalian nih Teens. Kurangnya tidur akan membuat tubuh kamu kurang fit dan membuat proses metabolisme tubuh kamu terganggu. Hal ini jika dibiarkan berlangsung dalam kurun waktu yang lama, akan mendatangkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah timbulnya jerawat.
Kulit kepala jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel
Kelenjar minyak secara alami akan menghasilkan sebum atau minyak alami kulit yang berguna untuk melumasi rambut dan kulit. Namun jika berlebihan, sebum dan sel kulit mati dapat menumpuk di folikel rambut dan menyumbatnya. Kondisi kulit seperti ini menjadi tempat yang ideal bagi pertumbuhan bakteri. Apabila hal ini terjadi, maka akan muncul peradangan yang akhirnya menyebabkan jerawat.
Selain jerawat, ada juga masalah kulit yang rentan muncul di sekitar bibir, yaitu infeksi virus herpes simpleks. Penyakit ini ditandai dengan benjolan atau lepuhan di bibir yang umumnya muncul berkelompok pada suatu area permukaan kulit. Jika diperhatikan sekilas, benjolan ini mungkin tampak mirip seperti sekumpulan jerawat.
Perbedaan Jerawat dan Herpes Simpleks
Yang membedakan keduanya adalah jerawat bisa muncul di area tubuh lain, sementara herpes simpleks cenderung muncul di satu area saja. Herpes simpleks ini umumnya muncul di area mulut atau kemaluan.
Selain lokasinya, ada beberapa faktor lain yang membedakan antara jerawat dan herpes, yaitu:
Herpes cenderung terasa gatal dan perih sepanjang, sementara jerawat biasanya terasa sakit hanya ketika disentuh atau dipencet.
Herpes tampak seperti kulit yang melepuh dan berisi cairan bening, sedangkan jerawat tampak berupa benjolan yang berisi komedo atau nanah.
Lenting herpes selalu muncul secara berkelompok. Hal ini berbeda dengan jerawat yang tumbuh pada satu atau beberapa titik saja.
Herpes simpleks dapat menular ke orang lain, sedangkan jerawat tidak.
Munculnya lenting herpes di bibir dapat diikuti dengan gejala herpes simpleks lainnya, yaitu demam, kelelahan, nyeri otot, serta pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher yang terasa sakit. Sedangkan jerawat di bibir tidak disertai oleh gejala-gejala tersebut.
Faktor Risiko Munculnya Jerawat di Bibir
Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami jerawat di bibir atau di bagian tubuh lainnya. Faktor-faktor risiko ini meliputi:
Jenis kulit berminyak.
Infeksi bakteri di kulit.
Perubahan hormon, misalnya saat pubertas atau kadar hormon androgen yang meningkat.
Faktor keturunan.
Efek samping obat-obatan, seperti kortikosteroid, lithium, obat epilepsi atau antikejang, dan testosteron.
Makanan yang mengandung susu, cokelat, serta gula atau karbohidrat tinggi.
Stres berlebihan dan kurang tidur.
Iritasi kulit, misalnya akibat penggunaan sabun berbahan kimia keras atau kosmetik tertentu.
Paparan polusi, debu, dan kotoran.
Cara Mengatasi Jerawat di Bibir
Dengan menjauhi beberapa faktor risiko di atas, Anda bisa terhindar dari jerawat yang mengganggu. Namun jika jerawat di bibir atau di bagian tubuh lainnya sudah terlanjur muncul, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
Berikut ini adalah beberapa tips dan cara untuk mengatasi jerawat:
1. Rutin mencuci wajah dan rambut
Biasakan mencuci wajah sebanyak dua kali sehari dengan sabun yang berbahan lembut dan ringan. Selain itu, jangan lupa juga untuk keramas dengan sampo jika rambut sudah terasa berminyak, karena rambut berminyak dapat memicu munculnya jerawat di wajah dan kulit kepala.
2. Berhati-hati dalam menggunakan produk pembersih wajah
Penggunaan produk perawatan kulit tertentu, seperti scrub, sabun, masker, dan astringent wajah, bisa saja menyebabkan iritasi yang memicu jerawat. Untuk menentukan produk mana yang cocok digunakan sesuai jenis kulit, Anda bisa berkonsultasi ke dokter kulit.
3. Menggunakan obat jerawat
Gunakan obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida, belerang (sulfur), resorcinol, atau asam salisilat untuk mengurangi produksi minyak berlebihan.
4. Lebih selektif dalam memilih produk kecantikan
Pilihlah produk kosmetik yang berbahan dasar air atau bebas minyak untuk mengurangi munculnya jerawat. Produk kecantikan bebas minyak ini biasanya berlabel “non-comedogenic“.
5. Tidak memencet jerawat
Jerawat yang muncul di bibir atau wajah memang kadang membuat kita tergoda untuk memencetnya. Namun, memencet jerawat tidak disarankan untuk dilakukan, karena bisa menimbulkan infeksi pada kulit, membuat jerawat makin parah, serta meninggalkan bekas jerawat.
Untuk herpes simpleks, penanganannya adalah dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi obat pereda nyeri jika dibutuhkan, serta mengonsumsi obat antivirus yang dapat diperoleh dengan resep dokter.
Jika jerawat di bibir tidak kunjung membaik atau sering kambuh, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit guna mendapatkan pengobatan dan perawatan kulit yang tepat untuk mencegahnya muncul kembali.
Bibir jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel
Ketika mendengar kata jerawat pasti yang terlintas adalah benjolan kecil di wajah yang membuat penampilan kurang mempesona lagi. Jerawat telah menjadi sesuatu yang menjengkelkan bagi sebagian orang terutama bagi para perempuan.
Apalagi kalau jerawat itu tak kunjung hilang, malah sering muncul kembali. Hal yang perlu diperhatikan adalah letak tumbuhnya jerawat karena itu berhubungan dengan penyebab jerawat tersebut. Jika sudah begitu jerawat akan lebih mudah diatasi.
1. Jerawat di dahi
healthematics.com
Jerawat di dahi berhubungan dengan sistem pencernaan. Jika jerawatmu muncul di dahi berarti kamu harus memperhatikan pencernaanmu. Memperhatikan makanan yang kamu makanan adalah cara mengatasinya.
Kurangi makanan olahan seperti junk food yang banyak mengandung lemak dan minum air putih yang banyak. Selain itu makanan yang pedas dan minuman bersoda juga harus kamu hindari.
2. Jerawat di pelipis dan sekitar telinga
clearskinconcierge.com
Kalau jerawat yang muncul di pelipis dan sekitar telinga adalah berhubungan dengan kesehatan ginjal. Kamu harus banyak minum air putih untuk mengatasinya. Selain itu untuk membuat kesehatan lambung kamu pulih, kamu bisa mengkonsumsi bawang putih, paprika merah, kecambah, kubis dan apel.
3. Jerawat di hidung
Jerawat yang muncul di hidung berhubungan erat dengan jantung lho. Seperti diketahui bahwa jantung adalah salah satu organ paling penting dalam tubuh kita. Munculnya jerawat di hidung mengindikasikan kesehatan jantung kamu.
Cara mengatasinya adalah kamu harus rajin olahraga minimal dengan jogging di pagi hari dan jangan lupa untuk menikmati udara segar. Makanan yang harus dikonsumsi adalah makanan yang banyak mengandung lemak baik seperti omega-3 dan omega-6.
4. Jerawat di pipi
Jika di pipimu muncul jerawat berarti sistem pernapasanmu sedang tidak baik. Cara mengatasinya adalah tentu dengan memperhatikan udara yang kamu hirup. Hindari terlalu lama di lingkungan yang sirkulasi udaranya kotor, carilah udara yang segar.
Terkait makanan kamu harus menghindari makanan yang membuat tubuh menjadi asam seperti daging, susu, alcohol, dan kafein. Selain itu hindari juga makanan yang membuat tubuh terlalu panas dengan memakan makanan yang sifatnya dingin seperti melon dan mentimun.
5. Jerawat di dagu
Jerawat di dagu berkaitan dengan stress dan perubahan hormonal. Biasanya bagi perempuan ketika mengalami menstruasi, kehamilan dan remaja yang sedang masa puber.
Perubahan hormonal ini harus diikuti dengan manajemen stress yang baik. Salah satu caranya dengan tidur yang cukup, banyak minum air putih dan mengkonsumsi sayuran hijau.
6. Jerawat di leher
Jerawat di leher adalah sebuah pertanda bahwa tubuh kamu sedang melawan bakteri jahat untuk menghindari penyakit. Oleh sebab itu, cara untuk mengatasinya adalah dengan istirahat yang cukup, latihan pernapasan dan minum banyak air.
Ternyata munculnya penyebab jerawat berhubungan erat dengan kesehatan tubuh. Maka jaga kesehatan supaya jerawat bisa jauh ya.
Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel
Meski umumnya tumbuh di wajah, ternyata jerawat juga bisa tumbuh di kulit kepala, lho. Memiliki jerawat di kulit kepala akan sangat merepotkan karena Anda jadi kesulitan untuk menyisir rambut dan tentu saja terasa nyeri. Lantas, mengapa jerawat bisa tumbuh di kulit kepala dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab jerawat di kulit kepala
Sama seperti jerawat di wajah, penyebab jerawat di kulit kepala yaitu karena tersumbatnya pori-pori. Biasanya, orang dengan kulit kepala yang berminyak lebih rentan untuk memiliki jerawat di kulit kepala. Pasalnya, sumbatan ini disebabkan oleh kelenjar minyak yang terlalu aktif.
Kelenjar minyak yang terlalu aktif terkadang dipengaruhi oleh pola makan yang buruk, hormon yang tidak seimbang, stres, atau bahkan faktor keturunan.
Tak hanya itu, kotoran di kulit kepala akibat kebersihan yang tidak dijaga dan sisa produk perawatan rambut yang terjebak juga menjadi penyebab timbulnya jerawat di kulit kepala.
Tidak mencuci rambut dengan bersih bisa membuat kotoran dan kulit mati yang tersisa menyumbat pori di kulit kepala.
Seorang dokter kulit di New York, dr. Whitney Bowe menyatakan pada akhirnya kombinasi antara kotoran dan minyak yang menyumbat pori ini membuat folikel rambut mengalami pembengkakan.
Kulit kepala yang mengalami pembengkakan ini akhirnya bisa terinfeksi oleh bakteri jika tak kunjung dibersihkan hingga akhirnya menyebabkan jerawat.
Berbagai organisme yang menyebabkan jerawat mengalami peradangan, yaitu:
Propionibacterium acnes (P. acnes)
Staphylococcus epidermidis
Jamur Malassezia
Staphylococcus aureus
Demodex folliculorum
Cara mengatasi jerawat di kulit kepala
Kunci utama untuk mengatasi jerawat di kulit kepala yaitu dengan menjaga kebersihannya agar pori-pori tidak tersumbat. Selain itu, ada beberapa kandungan produk yang bisa membantu mengatasi jerawat yang telanjur muncul, seperti:
Asam salisilat, membantu menyingkirkan sel kulit mati agar tidak masuk ke pori
Benzoil peroksida, membantu menghilangkan bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes)
Asam glikolat, membantu pengelupasan kulit kepala, mengurangi minyak, dan membunuh bakteri
Ketonacozole atau circlopirox, sebagai antijamur dalam sampo antiketombe
Tea tree oil, membantu menghilangkan bakteri di kulit kepala
Minyak jojoba, membantu mengurangi peradangan jerawat
Untuk jerawat yang terus muncul disertai dengan kerontokan dan peradangan, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti:
Salep antibiotik oles atau minum
Krim atau suntikan steroid
Antihistamin untuk meredakan reaksi alergi
Fototerapi atau terapi cahaya
Isotretinoin untuk mengatasi jerawat yang parah.
Jerawat di kulit kepala relatif umum dan dirawat dengan cara yang mirip dengan jerawat di bagian tubuh lainnya.
Namun, jerawat kulit kepala terkadang menjadi pertanda kondisi yang lebih serius. Ketika jerawat tidak merespon perawatan biasa, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.
Saat mengobati jerawat di kulit kepala, dokter kulit biasanya akan memberikan sampo yang berfungsi sebagai obat untuk digunakan setiap hari. Jika ini tidak efektif, dokter dapat merekomendasikan perawatan yang lebih kuat.
Pengobatan jerawat di kulit kepala memakan waktu sekitar 4 sampai 8 minggu. Setelah jerawat menghilang, Anda juga tetap perlu merawat area tersebut untuk menghindari kekambuhan.
Sebaiknya, tetap rajin keramas agar kotoran dan minyak tidak menyumbat pori sehingga bisa memicu kekambuhan jerawat. Usahakan untuk memijat lembut kulit kepala saat keramas. Hindari menggosok dengan kuku karena bisa mengiritasi kulit dan membuat jerawat yang sedang diobati justru terluka.
Hindari memencet jerawat di kulit kepala untuk mencegah penyebaran bakteri atau membuat luka jerawat yang dalam.
Cara mencegah jerawat di kulit kepala
Untuk mencegah jerawat yang bisa muncul di kulit kepala, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Mengenakan topi yang longgar
Topi atau penutup kepala yang longgar memungkinkan kulit kepala untuk tetap dapat dilewati oleh udara. Hal ini membuat kulit kepala bisa tetap kering sehingga risiko pori akan tersumbat pun lebih rendah.
Langsung keramas setelah berkeringat
Selesai berkegiatan terutama di bawah sinar matahari, kulit kepala biasanya cenderung berkeringat dan berminyak. Jika dibiarkan terlalu lama, hal ini bisa membuat kotoran jadi mudah menempel dan menyumbat pori. Oleh karenanya, tak perlu menunda untuk segera mandi dan keramas agar kulit kepala kembali bersih.
Batasi produk perawatan rambut yang dipakai
Tahukah Anda bahwa produk perawatan rambut yang terlalu banyak bisa mengotori rambut? Tanpa sadar, sisa produk yang masih menempel di kulit kepala bisa masuk dan menyumbat pori.
Akibatnya, kulit kepala bisa ditumbuhi jerawat. Oleh karena itu, batasi produk perawatan rambut yang dipakai mulai dari hair spray, gel, dan pomade. Hindari juga produk yang bisa membuat kulit kepala menjadi semakin berminyak.
Pastikan untuk membilas rambut dengan bersih saat keramas agar tidak ada sisa produk yang menempel di kulit kepala.
Rutin keramas
Usahakan untuk keramas dua kali sehari agar rambut terjaga kebersihannya. Dengan rutin keramas, kotoran, minyak, dan sel kulit mati yang menempel di kulit kepala bisa terangkat dengan sempurna. Jangan malas untuk keramas apalagi sampai membiarkan rambut berminyak.
Diet makanan sehat
Penelitian dalam jurnal Dermato Endocrinology, menyatakan bahwa makanan tertentu bisa berpengaruh pada produksi minyak, peradangan, dan jerawat. Oleh karenanya, melakukan diet tertentu bisa jadi salah satu cara mencegah jerawat di kulit kepala.
Saat mencoba diet antijerawat, cobalah untuk membatasi makanan tinggi karbohidrat dan memperbanyak nutrisi seperti:
Vitamin A
Vitamin D
Asam lemak omega 3
Serat
Antioksidan
Zink
Berbagai cara ini memang tidak 100% mampu mencegah jerawat. Namun jika dilakukan cara-cara ini bisa membantu mengurangi kemungkinan timbulnya jerawat pada kulit kepala di kemudian hari.
Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel
Stres rasanya jika wajah ditumbuhi oleh jerawat batu. Ukurannya yang besar, berwarna kemerahan dan dipenuhi nanah pastinya mengganggu penampilan kita. Belum lagi efeknya yang mungkin bisa menimbulkan rasa sakit dan gatal pada area yang ditumbuhi jerawat.
Namun Anda tidak perlu khawatir karena ada cara menyingkirkan ‘tamu tidak diundang’ ini dari wajah Anda. Jerawat bisa timbul ketika pori-pori wajah Anda tersumbat oleh sel-sel kulit mati. Terkadang, bakteri ikut terjebak di dalamnya dan membuat area tersebut menjadi merah dan bengkak. Sementara, jerawat batu terjadi ketika infeksi ini telah masuk jauh ke dalam kulit wajah Anda dan membentuk benjolan yang berisi nanah. Tidak hanya pada wajah, jerawat batu juga bisa muncul pada dada, pundak, punggung, atau lengan atas.
Penyebab Jerawat Batu
Sebenarnya tidak ada penyebab pasti kenapa Anda memiliki jerawat batu, namun hormon androgen bisa ditunjuk sebagai pemicunya. Hormon androgen yang meningkat bisa menyebabkan perubahan pada kulit yang dapat mengakibatkan tersumbatnya pori-pori dan jerawat. Kalangan yang biasanya memiliki hormon androgen tinggi adalah remaja dan wanita yang sedang mengalami siklus menstruasi, menopause, kehamilan, atau yang menderita sindrom ovarium polikistik.
Namun, bukan berarti kalangan remaja saja yang bisa mengidap jerawat batu. Anak-anak berusia 8 tahun atau orang tua berusia paruh baya pun bisa memilikinya.
Kondisi ini juga termasuk ‘warisan’ yang diberikan orang tua kepada Anda. Jika salah satu orang tua Anda pernah menderita jerawat batu yang parah, maka Anda juga bisa mengalaminya.
Penanganan Jerawat Batu
Jerawat batu tidak bisa disembuhkan secara tuntas hanya dengan memakai obat jerawat yang dijual bebas di pasaran. Jika Anda memiliki jerawat batu, maka Anda harus mendapat bantuan dari tenaga ahli, yaitu dokter kulit atau ahli dermatologis. Berikut ini adalah obat-obatan yang bisa menyingkirkan jerawat batu dari wajah Anda serta berguna untuk menghindari munculnya jaringan parut bekas jerawat di kulit:
Antibiotik
Selain bisa membantu mengontrol bakteri, antibiotik juga bisa meringankan peradangan pada jerawat batu Anda. Namun terkadang, ada pula jerawat yang kebal terhadap antibiotik. Antibiotik umumnya diberikan dalam bentuk tablet, dengan jenis dan dosis berdasarkan usia, tipe jerawat, dan kondisi jerawat. Pemberian antibiotik dapat dikombinasikan juga dengan obat-obatan lain, misalnya obat oles yang mengandung benzoyl peroxide
Asam salisilat dan asam azelaic
Obat asam salisilat dan asam azelaic memiliki sifat antibakteri yang akan mencegah terjadinya penyumbatan pada folikel rambut yang bisa memicu jerawat.
Dapsone
Obat ini diberikan untuk kasus jerawat yang meradang, biasanya pada perempuan dewasa.
Isotretinoin
Kebanyakan orang berhasil menyingkirkan jerawat batu di kulit mereka secara permanen dan tuntas dengan obat ini. Isotretinoin berfungsi menekan produksi kelenjar minyak di kulit dan mengurangi peradangan. Namun, obat ini juga berisiko menimbulkan beberapa efek samping yang serius. Untuk itu, konsultasikan pada dokter kulit terlebih dahulu untuk penggunaannya.
Pil Kontrasepsi
Beberapa jenis pil kontrasepsi juga dapat digunakan sebagai terapi jerawat pada perempuan. Namun, penggunaan ini hendaknya tetap dibarengi dengan obat jerawat lainnya melalui konsultasi dokter.
Spironolactone
Spironolactone bekerja dengan cara menghambat produksi hormon androgen pada kelenjar minyak di kulit Anda. Obat ini biasanya diberikan pada remaja perempuan jika antibiotik oral tidak mendatangkan hasil.
Obat oles mengandung retinoid
Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan jenis krim, gel, atau salep yang mengandung retinoid (vitamin A) untuk mengobati jerawat. Obat oles ini dapat mengatasi pori-pori yang tersumbat sekaligus mendukung obat antibiotik untuk dapat bekerja secara maksimal.
Selain obat-obatan, terdapat juga beberapa jenis terapi yang direkomendasikan untuk pemilik jerawat batu, seperti:
Pengeluaran komedo hitam maupun putih dengan alat khusus. Namun, terapi ini memiliki risiko terbentuknya jaringan parut pada kulit.
Pengelupasan kulit (peeling) dengan bahan kimia, seperti asam salisilat. Umumnya terapi ini dilakukan hingga beberapa kali demi mendapatkan hasil yang diinginkan.
Suntikan kortikosteroid langsung ke jerawat untuk mengurangi peradangan serta mengurangi rasa sakitnya.
Terapi laser dan fotodinamik. Terapi sinar laser yang dilakukan untuk menangani jerawat batu mulai menunjukkan hasil baik. Namun penelitian lebih lanjut masih tetap diperlukan untuk memastikan dosis, metode, dan jenis sinar laser yang aman bagi kulit dan tubuh pasien.
Hilangkan dan Cegah Jerawat Batu dengan Gaya Hidup Ini
Mengonsumsi obat-obatan untuk jerawat saja tidak cukup untuk menyingkirkan jerawat batu dan mencegahnya muncul kembali. Konsumsi obat-obatan tersebut perlu diikuti juga dengan perubahan gaya hidup yang sehat dan higienis, misalnya dengan melakukan langkah-langkah berikut:
Luangkan waktu untuk bersantai dan menenangkan pikiran, karena stres bisa memicu produksi hormon yang bisa memperparah jerawat batu.
Tidur yang cukup.
Berolahraga juga bisa membantu. Tetapi jangan lupa, bersihkan kulit setelah berolahraga.
Jaga kebersihan tangan karena bagian tubuh ini sering menyentuh bagian wajah Anda. Tangan kotor penuh kuman bisa memperparah jerawat batu.
Kurangi kebiasaan buruk memencet jerawat.
Cuci wajah Anda dua kali sehari. Gunakan sabun yang lembut dan usap wajah dengan perlahan, lalu bilas dengan air hangat. Tidak hanya itu, rajin mandi khususnya setelah beraktivitas seharian akan turut menjaga kebersihan kulit dari minyak dan keringat yang bisa memicu munculnya jerawat.
Gunakan tabir surya untuk melindungi kulit wajah dari sinar matahari yang bisa memperburuk kulit berjerawat.
Pilihlah produk untuk kulit berjerawat yang mengandung benzoyl peroxide, asam salisilat (salicylic acid), asam glycolic atau alpha hydroxyl acid yang mampu mengurangi kelebihan minyak di permukaan kulit.
Hindari mengaplikasikan wajah dengan facial scrub, masker, astringen, atau produk yang mengandung minyak. Produk-produk tersebut bisa memperparah jerawat Anda.
Ketika memiliki jerawat, Anda pasti ingin menyentuh atau memencetnya. Kebiasaan ini justru bisa menyebabkan infeksi atau luka, terlebih jika kondisi tangan Anda kotor.
Perhatikan apa saja yang sering bersentuhan dengan wajah Anda, seperti rambut, ponsel, kerudung, helm, topi, atau handuk. Pastikan kebersihan benda-benda tersebut.
Jika Anda memiliki jerawat batu, jangan didiamkan begitu saja. Periksakan ke dokter agar Anda segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Hindari menanganinya sendiri di rumah.
Wajah jerawatan??? Bekas jerawat nggk ilang-ilang??? Malu sama pasangan karena banyak jerawat??? Nih aku kasih solusinya untuk mengatasi berbagai permasalahan jerawat bandel, jerawat batu, jerawat bruntusan, jerawat alergi dll. Bisa nih diatasi dengan serum You Need Me Acne Care Gel